LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Humas Unhas, Ishaq Rahman menjelaskan kasus mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) yang melompat dari salah satu gedung di kawasan kampus Fakultas Teknik Unhas, Bontomarannu, Gowa, Senin (18/5/2026) malam telah diserahkan ke pihak keluarga.
Ishaq Rahman menjelaskan pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhumah Jenifer Tjiang.
Katanya, Kasus mahasiswa fakultas teknik yang bunuh diri itu sempat ditangani, Pihak Polsek Bontomarannu, Gowa.
“Lokasi kejadian sempat di pasang police line. Tapi keluarga sudah mencabut laporan. Dan police line juga sudah dilepas pagi ini,” katanya.
Kepala bidang Humas Universitas Hasanuddin ini juga menjelaskan Semalam (Senin) 18 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WITA, Sekuriti di pos 1 fakultas teknik atas nama Ardiansyah dan Joni didatangi oleh seorang mahasiswa yang meminta dipanggilkan ambulans.
Ia melaporkan ada rekannya yang jatuh dari lantai 1, [kata pelapor diduga melompat].
“Kata mahasiswa itu, sepertinya meninggal mi korban. Sekuriti kemudian menghubungi rekan rekannya melalui panggilan radio yang sedang berada di sekitar class room dekat lokasi korban. Sekuriti disitu sedang patroli rutin.” ujar Ishaq Rahman dalam keterangan tertulisnya.
“Sebelum kejadian tersebut, korban mengirim pesan suara kepada temannya yang lain. Pesan suara itu juga diteruskan ke orang tuanya.” katanya menjelaskan.
Kata Ishaq dalam keterangannya itu, dari pesan suara [Korban] melalui handphone miliknya. Sehingga orang tua dari korban ke kampus mencari korban bersama teman teman korban, tapi tidak ditemukan.
“Ada voice note [pesan suara] yang sempat dikirim korban kepada temannya, dan juga diteruskan ke orang tuanya,” ungkap Ishaq Rahman.
Dijelaskannya, Orang tuan korban dan teman teman (korban) yang lainnya ke pos sekuriti untuk minta kunci ke gedung [mau mencari ke dalam]. Namun pihak, Sekuriti mengabarkan bahwa ada korban tadi ditemukan. Korban telah dilarikan ke rumah sakit Yafika.
“Jadi orang tua dan teman korban ke rumah sakit, dan menemukan korban memang sudah meninggal,” tutur Ishaq Rahman.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Hasanuddin ini memohon sekiranya media pemberitaan untuk menghindari informasi kasus ini dari aspek sensasionalnya, mengingat peristiwa ini ada unsur sensitif terkait isu kesehatan mental di kalangan Gen Z.
“Tapi kami mohon kiranya bantuan dan kerja sama teman-teman media, untuk menghindari pemberitaan kasus ini dari aspek sensasionalnya, mengingat peristiwa ini ada unsur sensitif terkait isu kesehatan mental di kalangan Gen Z,” harap Ishaq.
“Peristiwa ini menyalakan alarm bagi kita semua untuk memperhatikan isu kesehatan mental di kalangan remaja,” imbunya.
“Unhas akan segera mengambil langkah-langkah mitigatif untuk merespon isu ini,” katanya.
Korban diketahui merupakan mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur angkatan 2024. Peristiwa tragis itu langsung menggegerkan civitas academica kampus setelah korban ditemukan terjatuh sekitar pukul 19.00 Wita. (LN)
























