Gus & Yuk Kota Mojokerto 2026 jadi Ajang Lahirkan Duta yang Mampu Angkat Nama Daerah, Alfridha Massayu Putrisena : Kalah Menang itu Biasa

0
Img 20260516 Wa0055
Img 20260516 Wa0055

LEGIONNEWS.COM|MOJOKERTO – Suasana Pendopo Sabha Mandala Tama di balai kota terasa meriah dan penuh semangat saat digelar tahapan seleksi umum Pemilihan Gus & Yuk Kota Mojokerto 2026. Momen ini menjadi panggung pembuktian bagi para peserta untuk menunjukkan kualitas diri, wawasan, serta dedikasi mereka terhadap kemajuan pariwisata dan budaya daerah. Sabtu, (16/5/2026).

Kegiatan itu resmi diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto sebagai ajang pencarian generasi muda terbaik yang mampu menjadi wajah sekaligus duta promosi pariwisata bagi masyarakat luas.

Para peserta akan diuji melalui materi lengkap yang mencakup pengetahuan umum, penguasaan bahasa asing, wawasan budaya dan sejarah, hingga pemahaman di bidang kepariwisataan serta ekonomi kreatif. Rangkaian ujian tersebut dirancang matang guna menjamin terpilihnya sosok yang cerdas, berkarakter, dan berkompeten mewakili nama baik daerah.

Advertisement

Salah satu peserta yang tampil menonjol dan menarik perhatian awak media adalah Alfridha Massayu Putrisena, gadis kelahiran Jakarta, 4 Juli, 15 tahun silam. Sosok ini tidak asing lagi di dunia modeling dan pembawaan busana, namanya kerap menghiasi berbagai ajang bergengsi di wilayah Jawa Timur dengan segudang prestasi yang diraihnya.

Saat ini, Alfridha tercatat sebagai siswi kelas X Keperawatan di SMK Bhakti Medika Mojokerto. Aktivitas akademik itu dijalaninya dengan disiplin tinggi, sejalan dengan persiapan matang yang dilakukan untuk mengikuti persaingan ketat di ajang bergengsi Gus & Yuk tahun ini.

Ia merupakan putri pertama pasangan perwira abdi negara dari Angkatan Darat Yudhavan Timor Adyoko dan Kowad Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med. Latar belakang keluarga tersebut, mewariskan jiwa kedisiplinan, kejujuran, dan mental pejuang yang kuat, nilai-nilai luhur yang selalu ia junjung dalam setiap langkah kehidupannya.

Berbagai capaian gemilang telah ia ukir sejak dini, salah satunya saat berhasil memperkenalkan keindahan budaya lokal Pulau Bunaken, Manado, di hadapan publik luas. Keberhasilan ini membuktikan kemampuannya dalam mempromosikan kekayaan alam Indonesia dengan penuh percaya diri di kancah yang lebih luas.

Tahun 2023 menjadi kenangan manis bagi Alfridha setelah menyabet gelar Best of the Best Costume dalam ajang ‘Koko Cici’ Surabaya. Penghargaan bergengsi itu, menjadi bukti nyata kepekaannya terhadap busana, etika, dan penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai tradisi.

Keberhasilan kembali diraihnya pada tahun 2025 lewat kategori Best of the Best Remaja Fashion Show yang digelar oleh Dennis Promotion Management di The Central Mall Gunawangsa, Surabaya. Kemenangan tersebut diraih, berkat penampilan memukau dan karakter kuat yang ditunjukkannya di atas panggung bersaing dengan puluhan peserta berkualitas lainnya.

Tak hanya itu, koleksi pialanya makin lengkap berkat kemenangan dalam lomba Fashion Show Busana Spesial Imlek yang penuh warna dan makna budaya. Rekam jejak gemilang ini menjadi modal berharga dan bekal utama saat ia harus bersaing membuktikan kualitas diri di Pendopo Sabha Mandala Tama.

Di sela-sela kesibukan mengikuti rangkaian ujian dan penilaian, Alfridha meluangkan waktu khusus untuk memaparkan kesiapan, motivasi, serta rencana nyata jika kelak dipercaya mewakili Yuk Kota Mojokerto.

Ditanya seberapa besar kesiapannya dalam mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada publik, Alfridha menjawab dengan nada tegas dan penuh percaya diri. “100% siap Pak,” ungkapnya. Menurutnya, soal kalah atau menang dalam kompetisi itu biasa yang menegaskan bahwa bagi dirinya, jiwa mengabdi dan semangat mengekspresikan diri lebih utama dibandingkan sekedar hasil akhir pertandingan.

Lebih jauh mengurai alasan kuat di balik keikutsertaannya, Alfridha menyebutkan dua tujuan besar yang ingin ia wujudkan lewat ajang bergengsi tersebut. “Karena saya ingin mengembangkan bakat atau prestasi saya, serta ingin melestarikan budaya yang ada di Kota Mojokerto,” jelasnya, menandakan bahwa kehadirannya didasari niat tulus untuk berkembang sekaligus menjaga warisan leluhur daerah.

Memiliki rekam jejak panjang di dunia seni, Alfridha pun mengungkapkan keahlian khusus yang menjadi andalan dan akan ia tampilkan sepenuhnya di hadapan dewan juri. “Ya, Salah satunya ada modeling dan tari,” jawabnya singkat namun meyakinkan, merujuk pada bakat yang telah lama ia tekuni dan asah dengan disiplin tinggi selama bertahun-tahun.

Sebagai calon Yuk Kota Mojokerto dan wajah daerah, Alfridha memiliki pandangan jelas mengenai nilai budaya apa yang harus diprioritaskan kepada publik. “Harus dilestarikan budayanya, agar Kota Mojokerto ini dilihat dan dikenal oleh banyak orang. Ya, dipromosikan lebih lanjut,” ucapnya, sembari menekankan bahwa kelestarian dan pengenalan luas adalah kunci utama agar identitas kota tetap hidup dan dikenal dunia.

Rencana kerja nyata pun telah disiapkan matang oleh Alfridha jika kelak masyarakat memberikan kepercayaan besar kepadanya untuk menyandang gelar Yuk Kota Mojokerto. “Ya, seperti contohnya Alun-alun, Sekarsari, kita promosikan lewat media sosial atau secara lisan,” paparnya, menggambarkan strategi sederhana namun efektif menjangkau semua kalangan masyarakat, baik dekat maupun jauh.

Terakhir, terkait bagaimana cara ia menyeimbangkan tanggung jawab pendidikan dengan kesibukan di dunia seni dan kegiatan sosial, Alfridha menegaskan bahwa manajemen waktu adalah kunci keberhasilan utamanya. “Saya harus bisa membagi waktu antara sekolah, sanggar model, sanggar tari, ataupun kegiatan yang ada di rumah,” tuturnya, membuktikan bahwa kedisiplinan tinggi selalu ia pegang erat agar tidak ada kewajiban yang terabaikan.

Keikutsertaan Alfridha membawa angin segar dan harapan baru bagi masyarakat Kota Mojokerto. Kehadiran itu membuktikan bahwa generasi muda daerah memiliki potensi luar biasa untuk berprestasi sekaligus mengabdi memajukan pariwisata dan budaya daerah tercinta.

Pewarta: Agung Ch

Advertisement