Silaturahmi Persaudaraan Islam, Konsilidasi Kebangkitan Amar Maruf Nahi Mungkar di Sulsel

0
FOTO: Silahturahmi Front Persaudaraan Islam (FPI) Sulawesi Selatan di kediaman Habib Muhsin di Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Selasa malam (5/5/2026). 
FOTO: Silahturahmi Front Persaudaraan Islam (FPI) Sulawesi Selatan di kediaman Habib Muhsin di Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Selasa malam (5/5/2026). 

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Front Persaudaraan Islam (FPI) Sulawesi Selatan akan kembali beraktifitas. Organisasi masyarakat (Ormas) Islam ini akan fokus dalam gerakan “Amar Maruf Nahi Mungkar di Indonesia”.

Untuk kembali aktivitas FPI di Sulawesi Selatan (Sulsel) digelar pertemuan di kediaman Habib Muhsin di Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Selasa malam (5/5/2026).

Sebelum konsolidasi digelar, Habib Muhsin telah bertemu pimpinan Habieb Rizieq Shihab di Markas Besar Front Persaudaraan Islam di Petamburan.

Advertisement

Usai bertemu Habieb Rizieq, Habieb Muhsin langsung instruksikan aktivis islam untuk segera musyawarah berkonsolidasi untuk lebih mengaktifkan kembali Dewan Pengurus Daerah (DPD) Front Persaudaraan Islam Sulsel.

Habieb Muhsin dalam keterangan pers nya kepada media mengatakan untuk tegakkan gerakan amar maruf hahi mungkar, Indonesia butuh gerakan seperti ini.

Kata Habieb Muhsin dalam keterangan tertulisnya itu dalam arahan Habieb Rizieq Shihab, Bahwa gerakan amar ma’ruf nahi munkar itu penting sebagai benteng iman, takwa, dan peningkatan kebaikan sosial, terutama untuk menciptakan masyarakat khairul ummah (umat terbaik).

Kata Habieb Rizy, Konsep ini diwujudkan dengan mengajak pada kebaikan (amar ma’ruf) dan mencegah kemungkaran (nahi munkar) secara bijak, tanpa kekerasan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Habieb Muhsin membeberkan point point penting dalam pertemuan dirinya dengan Habieb Rizieq.

“Para aktivis islam di sulawesi selatan diminta untuk segera membentuk kepengurusan baru front persaudaraan islam di Sulsel,” ujar Habieb Muhsin.

Sebab katanya, Hasil daripada survei dan pengamatan intelijen memberikan gambaran kawasan indonesia timur gerakan amar maruf hahi mungkar, terjadi degradasi.

Hal itu tergambar dari berbagai platform media sosial yang memfulgarkan perbuatan maksiat, minum keras dan narkotika.

“Media sosial perbuatan seperti maksiat, minum keras dan narkotika terlihat sangat fulgar tentu ini secara langsung menyerang ummat islam tanpa pandang bulu,” beber Habieb Muhsin.

“Ini berarti alaram yang nyata, Ummat islam mayoritas di Indonesia tetapi bagai buih di lautan luas” tambah Habieb Muhsin.

Ia lalu lalu mengutip sebuah hadist Nabi Muhammad SAW, HR. Abu Dawud No 4297.

“Ummat Islam terkena penyakit Al Wahn, mencintai dunia dan takut mati.” katanya.

Habieb Muhsin menyampaikan, Point terpenting kepada aktivis islam yang hadir dalam pertemuan di kediamannya untuk segera melakukan kembali majelis untuk di efektifkan secara terbuka. Hal ini penting untuk sebagai pedoman dan panduan kita untuk senantiasa memperbaiki diri.

Juru bicara (Jubir) silahturahmi persaudaraan Islam Sulsel, Armand Rachman kepada media mengatakan pertemuan silaturahmi malam selasa (5/5) tadi aktivis islam sangat antusias mengikuti kegiatan silahturahmi tersebut.

“Pertemuan silaturahmi malam selasa (5/5) tadi aktivis islam sangat antusias mengikuti kegiatan silahturahmi. Penuh semangat ukhuwah dan di ikuti oleh para aktivis persaudaraan Islam dari berbagai daerah di Sulsel,” tutup Armand. (LN)

Advertisement