Dianggap Pemborosan, Lalu Dibatalkan, Kini Warga di Utara Kota Makassar Teriak Butuh Air Bersih

0
FOTO: Tahun 2024 lalu PDAM Makassar telah melakukan groundbreaking proyek pemasangan jaringan pipa baru dari Pabbaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, menuju wilayah utara Kota Makassar. (Istimewa)
FOTO: Tahun 2024 lalu PDAM Makassar telah melakukan groundbreaking proyek pemasangan jaringan pipa baru dari Pabbaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, menuju wilayah utara Kota Makassar. (Istimewa)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Masuk musim kemarau, warga di kawasan utara kota Makassar mengalami kekurangan air bersih yang bersumber dari PDAM.

Anggota DPRD Kota Makassar, Rahmat Taqwa Quraisy (RTQ), mengkritik kinerja PDAM terkait krisis air bersih yang terus berulang setiap tahun,

“Kekeringan ini yang menjadi kendala dari tahun ke tahun. Tentunya ini menjadi catatan untuk pemerintah kota, dalam hal ini Pak Wali bersama PDAM,” ujar Rahmat Taqwa.

Advertisement

“Kami di (wilayah) Utara rata-rata memakai sumur bor, tapi ditagih uang beban,” tutur pemilik akronim RTQ ini. Kamis (16/4/2026) lalu.

Untuk diketahui Tahun 2024 lalu PDAM Makassar telah melakukan groundbreaking proyek pemasangan jaringan pipa baru dari Pabbaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, menuju wilayah utara Kota Makassar.

Namun belakangan proyek pembangunan jaringan pipa baru dari Pabbaeng-baeng ke utara kota dibatalkan Pelaksana tugas (Plt) direktur utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad dengan dalih pemborosan anggaran.

Menurut Hamzah Ahmad, saat ia masih menjabat sebagai Dirut PDAM pada tahun 2020, jaringan pipa menuju utara kota sebenarnya telah dipasang untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah tersebut.

“Upaya untuk meningkatkan pelayanan air bersih di wilayah utara sudah kami lakukan. Pipanya sudah ada sejak dulu, hanya saja tidak dikoneksikan oleh manajemen setelah saya,” ujar Hamzah, Kamis (15/6/2025).

Namun faktanya hingga tahun 2026 ini warga di utara kota tidak mendapatkan air bersih seperti yang disampaikan anggota DPRD Makassar Rahmat Taqwa.

Dari hasil yang dihimpun awak media sumber terpercaya di PDAM mengatakan pipa yang maksud sudah di tapping untuk kebutuhan pelanggan di wilayah jalan Veteran dan sekitarnya.

Dan pipa yang akan dikoneksikan itu merupakan pipa lama jenis asbes. Hingga setahun ini (2025-2026) jaringan air bersih PDAM tidak dapat menembus utara kota Makassar.

Tujuan Pemasangan Jaringan Pipa Baru ke Utara Kota Makassar

Tahun 2024 lalu PDAM Makassar menginisiasi proyek pemasangan jaringan pipa baru dari Pabbaeng-baeng tujuannya agar terkoneksi dengan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Sombaopu di Kabupaten Gowa yang sumber air bakunya dari dari aliran sungai bilibili.

Walaupun kemarau berkepanjangan, Sumber air dari bendungan bilibili sepanjang tahun menghasilkan air baku.

Dari hasil yang dihimpun awak media IPA Sombaopu menghasilkan air curah dengan daya 3000lps Liter per second (detik).

Bila pengerjaan pemasangan jaringan pipa ukuran 450 di Pabbaeng-baeng pada tahun 2024 lalu dapat terealisasikan masyarakat di wilayah utara kota Makassar dapat menikmati air bersih walaupun saat musim kemarau.

Dengan pemasangan pipa ukuran 450, Maka sumber air baku yang berasal dari IPA Sombaopu yang berada di Pabbaeng-baeng mampu menyuplay 300lps ke utara kota Makassar.

Proyek pembangunan jaringan pipa tadinya memiliki target hingga ke kawasan Newport di Ujung Tanah. Pihak Pelindo selaku pengelola Newport Internasional berencana membeli air bersih PDAM diatas rata rata.

Respon DPRD Makassar

Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, menyatakan pihaknya telah memanggil direksi PDAM untuk meminta penjelasan
terkait penghentian proyek tersebut.

Menurut penjelasan Plt Dirut, pipa lama sebenarnya sudah ada sebelum proyek baru
dimulai. Tinggal disambungkan agar dapat difungsikan. Kami akan tinjau langsung kondisi di lapangan,” kata Ismail.

Ia juga menyebutkan bahwa PDAM telah berkomitmen untuk menyambungkan pipa lama ke rumah pelanggan, dengan target
penyelesaian pada Juni mendatang.

“Terkait pipa yang groundbreaking-nya dilakukan Maret lalu, kami akan kaji ulang. Jika benar pipa lama masih bisa dimanfaatkan, maka itu yang akan kita maksimalkan,” tutupnya, Kamis (15/6/2025). (LN)

Advertisement