
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Direktur The Sawerigading Institute (TSI), Asri Tadda, Menyoroti pelayanan kesehatan masyarakat di daerah pelosok di Sulawesi Barat.
Asri Tadda mengunggah sebuah foto masyarakat di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) menggunakan tandu dari bambu karena tak ada mobil ambulance.
Asri menyebutnya dengan “Bambulance”. Alumni mahasiswa fakultas kedokteran gigi Universitas Hasanuddin itu menyebutnya dengan, “Inovasi baru moda transportasi pasien yang penuh kearifan lokal, hemat bahan bakar, serta tak menimbulkan polusi, sebagaimana anjuran pemerintah Konoha akhir-akhir ini.”
“Saya melihat video BAMBULANCE pagi ini lewat di beranda sosmed. Seketika saya lantas membayangkan anggaran MBG yang sangat besar. Rasanya kayak gimanaa gitu ya…” *** tulis Asri Tadda di akun media sosial miliknya Selasa (31/3/2026).
Masih di dalam unggahannya itu menuliskan, “Masyarakat di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) memang sangat rentan mengalami paling tidak 3-T juga dalam pelayanan kesehatan, yakni terlambat diketahui sakitnya, terlambat diantar ke faskes dan terlambat ditangani oleh tenaga kesehatan.”
Katanya, Semuanya tentu erat terkait dengan ketersediaan fasilitas dan SDM kesehatan yang ujung-ujungnya pasti soal anggaran dan political will pemerintah.
“Persoalan serupa juga terjadi di bidang pendidikan. Padahal kedua sektor inilah yang akan sangat menentukan masa depan bangsa.”
Asri lantas menyinggung soal program pemerintah Makan Gizi Gratis alias MBG.
“Jadi, kenyang saja (meski gak jelas juga gizinya) tanpa fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai dan berkualitas, belum tentu dapat memberikan dampak prospektif bagi anak bangsa, apalagi mau mengejar generasi EMAS 2045.” ***
“Ah, omon-omon itu!” *** tutup unggahan Asri Tadda. (LN)























