JAKARTA – Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto berpotensi besar menjadi penopang ekonomi masyarakat kecil di tengah ketidakpastian ekonomi global, dengan catatan pelaksanaannya harus tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
Menurut Anshar, program MBG tidak hanya berfungsi sebagai kebijakan sosial untuk membantu kelompok rentan, tetapi juga mampu menjadi stimulus ekonomi yang menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.
“Program MBG ini memiliki efek ganda. Selain membantu pemenuhan gizi masyarakat, juga menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga distribusi di daerah,” ujar Anshar dalam keterangannya, Sabtu (28/03).
Ia menegaskan, agar manfaat tersebut benar-benar dirasakan secara luas, implementasi program harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta diawasi secara ketat oleh semua pihak terkait.
“Program ini akan sangat efektif jika dijalankan sesuai ketentuan. Tepat sasaran, berkualitas, dan bebas dari praktik penyimpangan seperti mark up atau korupsi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anshar menyebut langkah pemerintah menghadirkan MBG menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Logis 08, kata dia, mendukung penuh kebijakan tersebut dengan tetap mendorong adanya pengawasan berlapis agar program benar-benar memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
“Dengan pengawasan yang baik, MBG bisa menjadi program unggulan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat dari bawah,” pungkasnya. (**)

























