Polisi Olah TKP Pengeroyokan di Belakang Mal Nipa, Kadis dan Kabid Perhubungan Berpotensi Jadi Tersangka Bila Terbukti

0
Police Line
Police Line

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus pengeroyokan terhadap ayah dan anak dii Lorong 2, Jalan Urip Sumoharjo KM 5, Panakukang, Jumat (13/3).

Olah TKP dilaksanakan oleh pihak penyidik Polrestabes Makassar itu disampaikan korban Andi Hardes.

“Iya tadi datang dua orang dari pihak kepolisian melakukan olah TKP,” ujar Hardes, Jumat petang kepada media.

Advertisement

Olah TKP itu tepatnya di belakang kawasan Nipah Mall. Pada hari Jumat, 6 Maret 2026 lalu sekitar pukul 11:00 WITA datang ratusan pegawai dinas perhubungan (Dishub) kota Makassar mencari Andi Hardes.

Hingga berita ini diterbitkan pihak Dishub Makassar belum memberikan penjelasan resminya. Awak media telah mengkonfirmasi hal tersebut ke Kadis Muhammad Reza dan Sekdis A. Engka.

Awak media hanya mendapatkan pesan WhatsApp dari sekertaris dinas (Sekdis) Perhubungan Makassar, A. Engka.

“Bagus kita ke pimpinan ye, jangan ke saya karena saya tdk tahu kejadiannya,” tulis Sekdis Perhubungan Makassar melalui pesan WhatsApp. Minggu (8/3).

“Nanti salah kasi info ye, ktr miki saja,” katanya.

Sebelumnya Andi Hardes menjelaskan dirinya sempat bertikai dengan pegawai perhubungan Makassar di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Berawal di Bapenda Sulsel ada penggembokan mobil di ruas jalan pettarani. Kemudian ada kontak fisik antara saya dengan pihak Dishub Makassar,”

“Kemudian dilaporkan ke Polsek Panakukang. Lalu ada upaya mediasi oleh pihak kepolisian,”

Hardes lalu menjelaskan saat itu datang ratusan pegawai Dishub ke rumahnya. Melihat situasi tidak kondusif dirinya pun lari dan berenang di sungai pampang.

“Saya lari tinggal rumah, karena yang datang ratusan pegawai Dishub. Saya lari menuju sungai pampang lalu berenang keseberang sungai,” katanya mengisahkan.

“Dari seberang sungai ada sosok pria mengaku kepala Dishub Makassar dan Kabidnya dia menggaransi kan agar saya kembali mau dibicarakan baik-baik,” tutur Hardes.

“Karena ada garansi keamanan saya pun kembali berenang ke seberang. Setibanya di seberang sungai saya langsung diambil paksa disitulah terjadi pengeroyokan teehadap saya dan anak saya,”

“Alasan mereka memboyong saya untuk dibawa ke Sekta 4 (Polsek Panakukang). Saya lalu bertanya kenapa bukan polisi yang datang menjemput saya, Bila saya melawan hukum yang berhak mengambil saya dari rumah adalah pihak kepolisian bukan pihak Dishub,”

“Padahal ada pihak Bhabinkamtibmas yang akan melakukan mediasi saat itu,” sesal Hardes.

Hardes pun meminta kepolisian untuk menetapkan Kadis Perhubungan dan Kepala Bidang (Kabid) yang saat itu berada di TKP untuk dilakukan pemeriksaan dan ditetapkan jadi tersangka, Bertanggungjawab atas ulah anak buahnya yang telah melakukan pengeroyokan.

“Saya dengan tegas meminta agar penyidik kepolisian memeriksa Kadis dan Kabid perhubungan Makassar, Bila terbukti berada di lokasi untuk ditetapkan jadi tersangka,” tegas Andi Hardes. (LN)

Advertisement