JAKARTA – Ketua Umum DPP Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Anshar Ilo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memerintahkan pelaksanaan tes urine secara serentak terhadap seluruh jajaran kepolisian di Indonesia.
Kebijakan tersebut diambil menyusul masih ditemukannya oknum anggota Polri yang terlibat kasus narkoba, termasuk kasus yang menjerat eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, yang telah dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dan kini menjalani proses hukum.
Menurut Anshar Ilo, langkah Kapolri tersebut merupakan bentuk komitmen kuat dalam membersihkan institusi Polri dari praktik-praktik menyimpang, khususnya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak integritas dan kepercayaan publik.
“Kami dari DPP PSMP mendukung penuh kebijakan Kapolri. Tes urine serentak ini adalah langkah konkret dan tegas untuk memastikan Polri benar-benar bersih dari narkoba,” ujar Anshar Ilo, Jumat (20/02).
Ia menegaskan, institusi kepolisian sebagai penegak hukum harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba, bukan justru tercoreng oleh ulah oknum yang menyalahgunakan kewenangan dan melanggar hukum.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap anggota yang terlibat narkoba. Penindakan tegas justru akan memperkuat marwah Polri dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Anshar juga menilai, instruksi Kapolri tersebut menunjukkan prinsip presisi dan keteladanan, di mana penegakan hukum dimulai dari internal institusi terlebih dahulu.
PSMP berharap kebijakan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan diikuti dengan pengawasan ketat serta sanksi tegas bagi setiap pelanggaran yang ditemukan.
“Langkah ini harus konsisten dan berkesinambungan. Polri yang bersih adalah syarat utama terciptanya penegakan hukum yang adil dan berwibawa,” pungkas Anshar Ilo.

























