LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Barisan Anak Kolong (BARAK) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali memperingatkan kepada kelompok mahasiswa disintegrasi pendukung kelompok Papua Merdeka untuk tidak melakukan aksinya di kota Makassar.
“Tegas kami peringatkan untuk mereka!! kelompok mahasiswa di Makassar yang pro disintegrasi untuk tidak melakukan aksi-aksi mereka jelang 1 Desember mendatang,” tegas Syarifuddin, SE, Jumat (24/11/2023)
“Terutama mereka itu aktivis Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) jangan sekali – kali melakukan gerakan ataupun kegiatan yang berbau separatis disini (Makassar) tentunya akan berhadapan dengan kami,” tambah Udin Rudal sapaan lain dari Ketua BARAK Makassar ini.
Udin Rudal yang juga Ketua KIWAL Reaksi Cepat Body Guard meminta kepada aparat Kepolisian dan TNI untuk tidak memberikan ruang ataupun memberi izin kepada AMP.
“TNI-POLRI sebagai simbol pertahanan dan keamanan negara untuk tidak memberikan izin aksi unjuk rasa kepada AMP yang pro Papua Merdeka. Bila diberikan izin tentu akan terjadi bentrok masa, bagi kami NKRI harga mati,” beber Udin Rudal.
Senada Ketua BARAK. Ketua umum Brigade Muslim Indonesia (BMI) Muhammad Zulkifli yang peduli terhadap NKRI mengatakan bagi mereka kelompok AMP untuk tidak memaksakan kehendak mereka untuk turun di 1 Desember 2023 dengan dalih apapun. Sesungguh mereka (AMP) dalam aksinya selalu menyuarakan Papua Merdeka.
“Kelompok AMP ini sering menyuarakan Papua merdeka, Kalau nekat yah, kami lawan tentunya. Tuntutan Merdeka, Sangat mustahil dan tidak akan pernah terjadi, Papua sah secara de Facto dan de Jure sesui dengan Resolusi PBB No.2504 yang menetapkan bahwa tanah Papua merupakan bagian dari NKRI,” imbuh Muhammad Zulkifli.
“Sudah lama menyimak dan memantau segala bentuk sepak terjang Aliansi Mahasiswa Papua maupun organ lainnya yang dibentuk, sebagai perpanjang tangan TPNPB – OPM, menggunakan kedok sebagai wadah perjuangan kaum solidaritas yang unjung – ujungnya meminta Hak Menentukan Nasib Sendiri (HMNS) untuk kemerdekaan Papua,” tambah Umar Hankam Ketua BARAK Sulsel
Pria yang lahir dan besar di tana Papua itu pun mengatakan kepada AMP Bukalah mata dan hati. Puluhan tahun berjuang menuntut kemerdekan Papua versi kalian, yang hanya mengorbankan masyarakat biasa dan menguntungkan pihak-pihak tertentu yang katanya berjuang untuk kemerdekaan Papua, tetapi tidak tampak batang hidungnya, malah berdomisili dan hidup enak diluar negeri.
“Disisi lain secara kasat mata pemerintah terus berusaha membangun Papua, baik Infrastrukturnya maupun SDM nya,” lanjut Umar Hankam Ketua Barisan Anak Kolong (BARAK) Sulsel.
Untuk diketahui adanya seruan dan ajakan secara masif di berbagai platform media sosial untuk melakukan aksi di 1 Desember nanti adalah sekelompok sekelompok Oknum yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) maupun Underbwoun OPM. (LN)

























