Siswa SD Mati di Tangan Anak SMA, Pimcam Golkar Ujung Pandang Miris dengan Pendidikan di Kota Makassar, Warni: Perketat Penjagaan Anak-anak

0
FOTO: Pemehati Sosial Warni Saharuddin
FOTO: Pemehati Sosial Warni Saharuddin

MAKASSAR – Muhammad Fadli Sadewa (11) dikabar menghilang sejak Ahad (9/1/2023) namun sayang siswa kelas 5 SD kelahiran Agustus 2011 itu ditemukan tak bernyawa lagi di bawah jembatan di Jl Inspeksi PAM Timur Waduk Nipa-Nipa, Kecamatan Moncongloe, Maros, Selasa (10/1/2023) dini hari.

Sandewa sapaan nya ditemukan dalam kondisi tangan terikat tali rafiah saat ditemukan.

Pelaku telah diamankan pihak kepolisian. Diketahui Faisal (14) dan Adrian (17), dua terduga pelaku penculikan masih berstatus pelajar SMA di kota Makassar.

Advertisement

Pimpinan Kecamatan Ujung Pandang DPD II Golkar Makassar, Warni Saharuddin sangat prihatin dengan kondisi kota makassar saat ini, dimana tingkat kriminalitas belakangan ini meningkat tajam apalagi pelaku kriminal rata-rata berusia belasan tahun dan masih duduk di bangku pendidikan.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi kota makassar saat ini. Tinggi nya kriminalitas di kota makassar belakangan ini para pelaku kejahatan adalah anak-anak belasan tahun, mirisnya lagi mereka ini rata masih dibangku sekolah SMA,” tutur Warni kepada media Selasa (10/1) di Makassar.

“Apa yang dialami Sadewa itukan korban kekerasan yang dilakukan oleh kedua anak yang masih duduk di kursi SMA. Apa ada yang salah dengan kurikulum pendidikan kita saat ini,” tutur politisi partai golkar ini.

Warni juga tercengang setelah mendengar kabar berita bahwa pelaku mengaku tergiur oleh harga jual penjualan organ tubuh dalam manusia untuk mendapatkan uang.

“Ini ada apa ya? kok anak se usia itu bisa tergiur dengan organ tubuh dalam manusia untuk mendapatkan uang, Kepolisian harus memburu siapa orang dewasa yang mengajari, menyuruh atau memerintahkan mereka untuk mencari organ tubuh manusia,” harap Pimcam Golkar Ujung Pandang yang punya kepedulian terhadap perempuan dan anak ini.

Tidak hanya sampai disitu, Warni juga berharap kepolisian memeriksa urin kedua terduga pembunuhan Sadewa. “Pihak kepolisian harus juga memeriksa urin kedua anak itu, jangan sampai ya, mereka sudah keseringan mengkonsumsikan narkoba, saat tak memiliki duit, lantas ada orang dewasa yang mengiming-imingi kedua anak itu mencari organ tubuh manusia agar mendapatkan uang. Jangan sampai seperti itu,” katanya.

Politisi partai golkar ini juga berharap kepada orang tua atau guru disekolah dasar dan SMP saat pulang sekolah memperhatikan siapa yang menjemput mereka keseharian di sekolah.

“Dengan merebaknya isu penjualan organ tubuh manusia ini tentu akan membuat resah orang tua. Kami berharap kepada orang tua yang masih memiliki anak di sekolah PAUD, SD dan SMP harus senantiasa mengkonfirmasi kepada guru disekolah terutama jam pulang sekolah untuk menanyakan putra-putrinya,” beber te’ warni sapaan lain Warni Saharuddin ini.

“Terpenting adalah Pentingnya pendidikan agama sedini mungkin baik itu kepada anak didik baik muslim atau non muslim,” ringkas Srikandi Golkar Makassar ini.

“Tidak hanya disekolah. Kawasan perumahan yang memiliki security juga harus tau siapa warga di perumahan yang memiliki putra putri diusia dini, agar setiap orang asing yang masuk kawasan perumahan selalu ditanya maksud kedatangannya siapa yang ingin ditemui,” sambung te’warni.

Dari apa yang dialami orang tua Sadewa tentu menjadi pelajaran bagi kita semua perlunya memberi perhatian besar kepada putra-putrinya. Warni juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada orang tua Sadewa yang telah kehilangan anak.

“Saya sampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Sadewa, semoga kedua orang tua nya diberi ketabahan dalam cobaan ini, dan Sadewa mendapat tempat yang terbaik disisi Allah SWT,” Do’a Warni. (LN)

Advertisement