Teriak Papua Merdeka, BMI Pukul Mundur Massa Aksi Papua Makassar

542
FOTO: Salah satu orator dari himpunan mahasiswa papua dan papua barat saat dihalau pihak aparat dan BMI di Jl. Lanto Dg. Pasewang, Mamajang, Kota Makassar. Selasa, (10/5/2022)
FOTO: Salah satu orator dari himpunan mahasiswa papua dan papua barat saat dihalau pihak aparat dan BMI di Jl. Lanto Dg. Pasewang, Mamajang, Kota Makassar. Selasa, (10/5/2022)
Advertisement

LEGION NEWS.COM – Puluhan Mahasiswa Papua gagal ke lokasi aksi setelah dihalau oleh kelompok massa yang mengatasnamakan Brigade Muslim Indonesia (BMI), Rencana aksi yang terpantau, Mahasiswa Papua akan menggelar unjuk rasa dengan mendukung pencabutan UU Otonomi Khusus untuk Papua dan Papua Barat yang berpusat di Monumen Mandala Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Selasa (10/05/2022)

Dari pantauan media Ketika massa aksi papua keluar dari Asrama Papua, Jl Lanto Dg. Pasewang, Organisasi Brigade Muslim Indonesia langsung berhadapan di jalan ketika konvoi Mahasiswa Papua dan Papua Barat menuju Monumen Mandala Kota Makassar.

Penghalauan ini dilakukan karena Mahasiswa Papua yang melakukan aksi dengan mendukung gerakan Papua Merdeka yang sudah jelas mengganggu stabilitas negara.

“Brigade Muslim Indonesia sudah mengingatkan mahasiswa tersebut, kami membangun komunikasi untuk mereka tidak melakukan aksi yang mendukung kriminalitas dari organisasi Papua merdeka yang melakukan kejahatan kemanusiaan di tanah Kesatuan Republik Indonesia, di Provinsi Papua dan Papua Barat” Ungkap Ketua BMI Zulkifli.

Advertisement

“Mereka menjadikan isu UU Otsus sebagai tameng, tetapi di dalam orasi dan flayer aksi mereka mendukung kejahatan kemanusiaan (Pembunuhan) yang terjadi di Papua, olehnya kami menghimbau agar tidak terjadi gesekan untuk mahasiswa Papua untuk tidak melakukan aksi yang mendukung kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua dan ketika mereka mengatakan kebebasan berpendapat sebagai alasan melakukan aksi tersebut, maka Brigade Muslim Indonesia juga akan mengatakan bahwa atas dasar kebebasan dan keberpihakan kepada NKRI kami melakukan penghalauan terhadap kelompok yang merongrong NKRI,” tutur Zulkifli

Sementara seorang orator dalam orasi memberikan arahan untuk terus tidak terjadi gesekan tetapi teriakan “Papua Merdeka ” kembali membuat kedua kubu terlibat gesekan. Beruntung pihak aparat kepolisian berhasil meredam gesekan kedua belah pihak dengan mengawal aksi Mahasiswa untuk kembali mundur kedalam Asrama Papua setelah sebelumnya Orasi dan Pembacaan Pernyataan Sikap didapat asrama dilakukan. (**)

Advertisement