LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Kemampuan memilah informasi, beradaptasi terhadap perubahan, dan menerapkan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan nyata merupakan bekal penting bagi lulusan perguruan tinggi. Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dihadapan 1.607 wisudawan, yang mengikuti Wisuda Periode Oktober 2026.
Prof. JJ menyoroti tiga tantangan yang perlu dihadapi para lulusan setelah meninggalkan bangku kuliah, yakni maraknya misinformasi, pentingnya menjaga hubungan sosial, dan ketidakpastian masa depan. Di tengah derasnya arus informasi, lulusan perlu berpikir kritis dan menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Sementara itu, perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut kemauan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri.
Keberhasilan pendidikan tinggi tercermin dari kemampuan lulusan menggunakan pengetahuannya untuk menghasilkan perubahan. Dirinya mencontohkan peran riset Wageningen University dalam mendukung sektor pertanian Belanda serta pengembangan vaksin COVID-19 oleh University of Oxford bersama AstraZeneca yang menjangkau berbagai negara.
“Contoh tersebut memperlihatkan bagaimana riset perguruan tinggi dapat berkontribusi terhadap kebutuhan publik dalam skala luas. Ilmu pengetahuan paling bernilai ketika digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata,” jelas Prof. JJ.
Lebih lanjut, Prof. JJ menambahkan, di kawasan timur Indonesia, Unhas terus berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah fasilitas pengolahan sampah organik berbasis maggot di lingkungan kampus melalui kerja sama Indonesia–Inggris.
Pengolahan tersebut memanfaatkan maggot atau larva lalat tentara hitam untuk mengurai sampah organik. Larva dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sedangkan sisa pengolahannya berpotensi digunakan sebagai kompos.
Pendekatan ini membuka peluang pemanfaatan limbah sekaligus menghadirkan nilai ekonomi dan ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi lingkungan dapat dikembangkan melalui penerapan ilmu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Unhas ingin memperluas pendekatan serupa melalui riset dan inovasi lintas disiplin. Perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan yang dapat diterapkan, memberikan manfaat terukur, serta membantu menjawab persoalan di lingkungan sekitarnya. Dalam proses tersebut, alumni memiliki peran penting untuk menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
“Perjalanan setelah wisuda tidak selalu berlangsung sesuai rencana. Kesulitan memperoleh pekerjaan atau menemukan bidang kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan merupakan bagian dari tantangan yang mungkin dihadapi. Karena itu, ketekunan, integritas, dan kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan perlu menyertai setiap langkah lulusan dalam membangun karier,” tambah Prof. JJ.
Dirinya berharap, agar para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi terus membangun kapasitas dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Ijazah yang diterima merupakan awal. Menurut Prof. JJ, pengakuan yang sesungguhnya datang dari karya yang para lulusan hasilkan melalui proses panjang dan tekun.
Prosesi wisuda berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, dalam dua sesi. Sesi pertama pada Senin (26/10) diikuti 726 wisudawan, sedangkan sesi kedua pada Selasa (27/10) diikuti 881 wisudawan. Dari total tersebut, sebanyak 978 orang atau 60,86 persen merupakan perempuan dan 629 orang atau 39,14 persen merupakan laki-laki. (*/mir)

























