Peringatan Maulid Nabi & Selamatan Desa Sempol ke-125, Hadirkan Qasidah Burdah Sukorejo Bersama Nyai Uswatun Hasanah, Ning Susi, dan Syarifah Khotijah

0
Img 20261001 Wa0049
Img 20261001 Wa0049

BONDOWOSO, — Suasana penuh syukur dan kehangatan, kembali menyelimuti Kantor Desa Sempol, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso. Ini, lantaran warga berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus, merayakan Selamatan Desa Sempol yang ke-125 tahun. Acara yang dihadiri ratusan muslimah itu, menghadirkan pembacaan Qasidah Burdah, Aqoid Saeket, serta Ratibul Haddad, yang menciptakan nuansa kerohanian yang menyejukkan hati.

Mengusung tema “Majelis menjadi tempat menggugah diri dari kelalaian dan kegelapan”, acara tersebut tak sekedar seremonial, melainkan momen perenungan mendalam. Para peserta, diajak kembali mengingat teladan luhur Rasulullah SAW, serta memperkuat ikatan persaudaraan sesama warga Desa Sempol. Karenanya, kebersamaan itu, menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan tetap hidup dan dijaga dengan baik di tengah masyarakat.

Suasana Peringatan Maulid Nabi & Selamatan Desa Sempol ke-125: Hadirkan Qasidah Burdah Sukerejo Bersama Nyai Uswatun Hasanah, Ning Susi, dan Syarifah Khotijah. Kamis, (1/10/2026).
Suasana Peringatan Maulid Nabi & Selamatan Desa Sempol ke-125: Hadirkan Qasidah Burdah Sukerejo Bersama Nyai Uswatun Hasanah, Ning Susi, dan Syarifah Khotijah. Kamis, (1/10/2026).

Lebih lanjut, kehadiran tiga tokoh wanita seperti Nyai Hajah Uswatun Hasanah Dhofir, Ustadzah Syarifah Khadijah Musthafa BSA, dan Nyai Hajah Makhsusi Zakiyah Shidqie atau yang akrab disapa Ning Susi, tak hanya menjadi teladan tetapi juga menjadi penyejuk sekaligus penggerak semangat acara. Kedatangan mereka, nampak disambut sukacita dan haru oleh seluruh warga yang menganggap kehadiran para ulama ini sebagai anugerah sekaligus pengingat untuk semakin dekat dengan ajaran Nabi.

Advertisement

Suara syahdu Qasidah Burdah dari Sukerejo nampak menggema di seluruh ruangan. Setiap bait lantunan, terdengar memuji keagungan dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW yang membuat suasana menjadi khidmat dan damai. Para hadirin seperti terhanyut dalam keindahan syair, seolah merasa sangat dekat dengan sang Kekasih Allah, sekaligus memperoleh ketenangan jiwa yang mendalam.

Rangkaian acara, juga diramaikan dengan pembacaan Aqoid Saeket yang memperkokoh landasan keimanan, disusul Ratibul Haddad yang sarat doa dan harapan kemaslahatan. Iringan bacaan yang berirama tersebut, menyatukan hati para peserta, meneguhkan tekad untuk senantiasa berjalan di jalan kebenaran serta menjaga persatuan di tengah keberagaman yang ada di Desa Sempol.

Selamatan Desa Sempol yang telah memasuki usia ke-125 tahun, menjadi bukti kekokohan tradisi luhur yang diwarisi turun-temurun. Selama lebih dari satu abad, warga terus menjaga kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama. Peringatan kali ini bukan sekedar perayaan usia, melainkan pengakuan atas kekuatan persaudaraan yang tak tergoyahkan di tengah perubahan zaman.

Acara yang dikhususkan bagi kaum muslimah ini, menjadi wadah istimewa bagi para perempuan Desa Sempol maupun umum untuk saling menguatkan, belajar, dan memperbaiki diri. Karena di sini, setiap wanita merasa dihargai, didukung, dan diingatkan perannya sebagai penopang iman keluarga serta pelopor kedamaian di lingkungan. Majelis tersebut seperti menjadi cahaya yang mengantar keluar dari kelalaian menuju kesadaran penuh.

Dalam kesempatannya, Nyai Hajah Uswatun Hasanah Dhofir mengajak seluruh hadirin menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai cermin kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa mencintai Nabi bukan hanya lewat lantunan shalawat, tetapi juga melalui sikap santun, kejujuran, dan kasih sayang kepada sesama. Kata-kata beliau yang menyentuh hati, memotivasi setiap orang untuk berubah menjadi lebih baik.

Sedangkan Nyai Hajah Makhsusi Zakiyah Shidqie (Ning Susi) menyampaikan pesan yang tak kalah menyentuh bahwa, dalam majelis ilmu dan zikir adalah tempat pulang sekaligus penerang jiwa. Ketika kegelapan kesibukan dunia mulai melalaikan, pertemuan seperti ini menjadi penyeimbang yang mengingatkan kembali pada hakikat hidup. Semangat Ning Susi mengajak semua hadirin tak pernah berhenti berikhtiar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Sementara Kepala Desa Sempol, M Hosen, menyampaikan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar umat. Melalui peringatan Maulid ini, perbedaan dapat dipersatukan dalam cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Beliau juga mengajak menjaga kerukunan antar warga, saling membantu dalam suka maupun duka, serta menjadikan Desa Sempol sebagai lingkungan yang damai, berkah, dan menjadi teladan bagi daerah sekitarnya.

Ratusan peserta yang hadir menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Banyak juga yang berharap kegiatan serupa terus diadakan dan makin meriah ke depannya, agar anak cucu kelak dapat mewarisi semangat cinta kepada Nabi serta kebersamaan yang hangat itu. Semangat kebersamaan menjadi modal utama kemajuan dan kesejahteraan seluruh warga Desa Sempol.

Peringatan Maulid Nabi sekaligus Selamatan Desa Sempol ke-125 ini, bukan sekedar kenang-kenangan masa lalu, melainkan titik awal perjalanan yang lebih cerah. Dengan iman yang kokoh dan persaudaraan yang erat, Desa Sempol siap melangkah menuju masa depan yang makmur, sejahtera, dan penuh berkah.

Pewarta: Agung Ch

Advertisement