JAKARTA – Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijiriah bukan sekadar perayaan kemenangan setelah menjalankan ibadah Ramadan, tetapi juga momentum untuk kembali kepada fitrah hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta semangat mempererat persaudaraan dan persatuan bangsa.
Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, menegaskan bahwa makna Idul Fitri harus dimaknai secara lebih luas, tidak hanya dalam konteks spiritual, tetapi juga sosial dan kebangsaan.
Menurutnya, Idul Fitri menjadi waktu yang tepat bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kembali menyatukan visi dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
“Idul Fitri adalah momentum untuk membersihkan hati dari perpecahan, mempererat ukhuwah, serta memperkuat komitmen kita dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Anshar Ilo dalam keterangannya. Sabtu (21/03).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa semangat Idul Fitri juga harus diwujudkan dalam bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
Anshar Ilo menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah-langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat ekonomi, serta memastikan kesejahteraan masyarakat.
“Kami dari Logis 08 mendukung penuh pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan. Semangat Idul Fitri harus menjadi energi positif untuk bersama-sama membangun negeri ini dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga kondusivitas di tengah berbagai tantangan global.
Dengan semangat kebersamaan dan persatuan yang diperkuat di momen Idul Fitri, Anshar Ilo optimistis Indonesia akan semakin solid dalam menghadapi berbagai dinamika ke depan.
“Dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, kita yakin Indonesia akan terus melangkah maju dan kuat bersama rakyat,” tutupnya. (**)























