Lima aktivis Greenpeace Indonesia Dibebaskan Aparat Kepolisian

0
FOTO: Salah satu aktivis Greenpeace Indonesia saat diamankan aparat kepolisian. (Ilustrasi)
FOTO: Salah satu aktivis Greenpeace Indonesia saat diamankan aparat kepolisian. (Ilustrasi)

LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Lima aktivis Greenpeace yang ditangkap usai aksi pembentangan spanduk protes di Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), telah dibebaskan.

Sementara itu, enam aktivis lainnya masih berada di Mapolda Metro Jaya untuk menunggu tindak lanjut proses hukum.

Menurut Alif Fauzi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, lima orang yang dibebaskan merupakan tim penyelamat (rescue) dan awak pers.

Advertisement

Sebelumnya, para aktivis Greenpeace membentangkan spanduk bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” serta “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap penanganan krisis iklim, kebakaran hutan dan lahan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Aksi Greenpeace Indonesia itu sebagai bentuk desakan agar pemerintah lebih serius menangani dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat.

Aksi ini turut menyoroti hasil riset terbaru Greenpeace Indonesia berjudul Besok Harga Naik!, yang mengungkap bahwa krisis iklim berdampak pada biaya pangan, pendapatan, hingga kebutuhan hidup masyarakat.

Greenpeace menilai kelompok pekerja rentan, seperti nelayan dan pengemudi ojek daring, menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat cuaca ekstrem dan bencana ekologis.

“Walaupun banner-nya cuma bentar terbentang, tapi gaungnya udah sampai ke mana-mana. Ramai dibagikan, ramai dibicarakan,” tulis akun media sosial Greenpeace Indonesia.

“Semoga pesannya juga sampai ke mereka yang lagi merayakan 2 tahun kekuasaannya.”

“Kamu punya ucapan juga buat 2 tahun pemerintahan PraGib?” tutup unggahan akun Greenpeace Indonesia.

Dalam perkembangan terbaru, kedua spanduk tersebut dilaporkan telah dicopot dari Patung Selamat Datang.

Polisi juga berencana memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan personel yang berjaga untuk menelusuri bagaimana para aktivis bisa memanjat monumen tersebut. (*)

Advertisement