
JAYAPURA – Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Nason Mimin membunuh secara keji terhadap tukang ojek yang selama ini mencari nafkah hidup di Kabupaten Pegunungan Bintang. KST menuding korban La Usu (23), La Ati (40) dan La Aman (39), sebagai Intelejen.
Peristiwa pembunuhan secara keji itu terjadi pada Senin (5/12) lalu, dilakukan di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang.
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring membantah dengan tegas tuduhan KST. Bahwa ketiga tukang ojek itu merupakan intelejen.
“Jadi tidak benar kalau mereka (KST) menyebut para korban adalah aparat Intelijen, mereka benar-benar masyarakat sipil yang sehari-harinya mencari sesuap nasi demi memenuhi kebutuhan keluarganya dengan berprofesi sebagai tukang ojek,” tutur Brigjen Sembiring.
“Pembunuhan yang dilakukan secara biadab ini adalah pekerjaan teroris. Saya juga beragama Kristen, dalam ajaran agama apapun tidak ada yang mengajarkan melakukan pembantaian keji yang kemudian direkam dan disebarkan untuk menebar ketakutan di masyarakat. Ini merupakan pekerjaan teroris yang dirinya sedang dirasuki oleh setan,” sambung Danrem.
Danrem menyatakan bahwa pihak KST juga telah menuduh korban sebagai aparat intelijen dengan meletakkan senjatanya jenis pistol seolah-olah adalah barang yang dibawa oleh korban.
“Hal ini merupakan cara licik yang dilakukan oleh KST untuk menutupi kebiadaban dan membenarkan apa yang mereka lakukan,” tegas Danrem.
Selaku Danrem 172/PWY, pihaknya menyampaikan duka cita kepada pihak keluarga korban. “Saya mewakili seluruh prajurit Korem 172/PWY menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga korban kekejian dan kebiadaban KST ini,” imbuhnya. (**)
























