Kelangkaan BBM di Bali Bikin Antren Mengular Jabatan Bahlil Jadi Sorotan

0
FOTO: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/07/2026). (Sumber: BPMI Setpres)
FOTO: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/07/2026). (Sumber: BPMI Setpres)

LEGIONNEWS.COM – DENPASAR, Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Di tengah kesulitan warga mendapatkan bensin, rangkap jabatan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi ikut menjadi sorotan.

Antrean kendaraan dilaporkan terjadi sejak Minggu (11/10/2026) di sejumlah wilayah Bali, termasuk Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, dan Bangli. Antrean bahkan mengular hingga sekitar satu kilometer. Seorang warga dilaporkan pingsan setelah mengantre BBM selama berjam-jam.

Ironisnya, pemerintah menyatakan stok BBM nasional masih aman. Bahlil pada Rabu (14/10/2026) menyebut ketahanan stok nasional berada di kisaran 16–18 hari. Ia menduga persoalan di Bali terjadi akibat kendala distribusi, bukan kekurangan stok nasional.

Advertisement

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan keterlambatan kapal pengangkut BBM menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi. Kapal mengalami kendala saat proses penjangkaran sehingga jadwal pengiriman ke terminal BBM Bali ikut mundur.

Di tengah persoalan tersebut, perhatian publik tertuju pada posisi Bahlil yang kini memegang dua jabatan sekaligus. Ia dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026, tetapi tetap merangkap sebagai Menteri ESDM. Hingga Rabu (14/10/2026), belum ada nama pengganti yang diumumkan untuk mengisi kursi Menteri ESDM.

Rangkap jabatan itu sebelumnya dijelaskan Bahlil sebagai bagian dari upaya mengonsolidasikan sektor hilirisasi dan transisi energi. Namun, gangguan distribusi BBM di Bali kini menjadi ujian bagi pengelolaan sektor energi, terutama dalam memastikan bahan bakar tersedia dan mudah diakses masyarakat.

Pada Kamis (15/10/2026), Bahlil menyatakan antrean di Bali mulai terurai, meskipun pemulihan belum sepenuhnya tuntas. Ia mengaku telah meminta sejumlah SPBU beroperasi selama 24 jam serta mendorong perbaikan distribusi.

Ketika satu pejabat memegang dua jabatan strategis, publik tentu menaruh harapan besar terhadap kinerja pemerintah. Pertanyaannya, seberapa efektif pengelolaan sektor energi jika persoalan distribusi BBM sampai membuat warga harus mengantre berjam-jam? (*)

Advertisement