
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Indonesia Sketcher Makassar menggelar Sketsaloka, pameran sketsa bertema “Ngopi Roong”, dengan menampilkan 42 karya dari 19 sketser. Pameran ini merupakan kegiatan perdana Sketsaloka sekaligus upaya memperkenalkan sketsa, urban sketching, dan sketsa reportase kepada masyarakat luas.
Sebanyak 42 karya tersebut merupakan hasil kurasi dari sekitar 70 karya yang masuk. Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Juni 2026. Donald Saluling, anggota Indonesia Sketcher Pusat dan lulusan Seni Rupa dan Desain Grafis Portland State University, bertindak sebagai kurator karya yang dipamerkan.
Sketsaloka dirancang sebagai ruang bagi anggota Indonesia Sketcher Makassar untuk memamerkan karya sekaligus mengekspresikan sudut pandang mereka terhadap kehidupan kota. Sketsa tidak hanya ditempatkan sebagai dasar seni rupa, tetapi juga sebagai karya seni yang dapat merekam kota dan berbagai peristiwa di dalamnya.
Tema “Ngopi Roong” dipilih dengan melihat kopi sebagai bagian dari kehidupan, gaya hidup, dan kebudayaan masyarakat. Konsep tersebut kemudian dipertemukan dengan suasana warung kopi sebagai ruang sosial tempat masyarakat berinteraksi.
Pemilihan Warkop Phoenam sebagai lokasi pameran juga memiliki alasan khusus. Ini merupakan pertama kalinya kegiatan Sketsaloka dilaksanakan di Phoenam. Pemilik Phoenam, Koh Deddy, diketahui juga memiliki kegemaran menggambar dan membuat sketsa.
Pembina Indonesia Sketcher Makassar, Zainal Beta, mengapresiasi perkembangan komunitas sketsa di Makassar. Pelukis yang dikenal sebagai salah satu seniman legendaris Makassar tersebut mengatakan dirinya bangga melihat perkembangan komunitas seni, khususnya sketsa, di kota ini.
“Saya bangga, Indonesia Sketcher Makassar yang awalnya hanya beberapa orang kini sudah menjadi komunitas dengan lebih 300 anggota,” kata Zainal.
Ia berharap perkembangan komunitas tersebut dapat mendorong seni lukis, khususnya sketsa, semakin berkembang di Makassar dan Sulawesi Selatan.
Koordinator Indonesia Sketcher Makassar, Shanti Yani Rahman, menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Sketsaloka dapat terlaksana.
“Semoga ke depan dapat digelar kegiatan sejenis dengan format yang lebih menarik,” ujarnya.
Selain pameran, Sketsaloka juga dirancang dengan sejumlah kegiatan pendukung, antara lain sketsa bersama yang terbuka bagi masyarakat, artist talk, peluncuran buku bertema kopi karya penulis Makassar Rusdin Tompo, serta rencana penerbitan buku yang memuat karya-karya sketsa yang dipamerkan.
Indonesia Sketcher Makassar menargetkan kegiatan ini tidak berhenti sebagai pameran perdana. Sketsaloka direncanakan menjadi kegiatan tahunan yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan sketsa dan seni rupa di Makassar dan Indonesia.
Pameran Sketsaloka dibuka pada Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 10.00 WITA dan dihadiri puluhan seniman serta penggiat kesenian dari Makassar dan sekitarnya. Kegiatan berlangsung 3–10 Oktober 2026 di Warkop Phoenam, Jalan Ratulangi, Makassar.(*)
























