Direktur Profetik Institute: Appi dan Ni’matullah, Dua Modal Politik yang Berbeda

0
FOTO: Direktur Profetik Institut, Asratillah. (Dok. Nabilah)
FOTO: Direktur Profetik Institut, Asratillah. (Dok. Nabilah)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Pemberitaan mengenai peluang Munafri Arifuddin atau Appi menggoyang posisi Ni’matullah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa dinamika Demokrat kini memasuki fase persaingan kepemimpinan yang menarik.

Hal itu disampaikan Direktur Profetik Institute, Asratillah. Ia menyebutkan pengambilan formulir pencalonan untuk Appi menjelang Musda Demokrat Sulsel pada 23 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa namanya semakin serius diperhitungkan dalam kontestasi internal partai.

Namun, pengambilan formulir belum otomatis berarti Appi telah resmi mencalonkan diri. Peristiwa ini tetap penting karena memperlihatkan terbukanya kemungkinan perubahan kepemimpinan di tubuh Demokrat Sulsel.

Advertisement

“Saya melihat persaingan ini tidak bisa dibaca hanya sebagai pertarungan antara Appi dan Ni’matullah. Ada dua modal politik yang berbeda sedang berhadapan. Ni’matullah memiliki pengalaman memimpin organisasi, kedekatan dengan struktur partai, serta klaim dukungan dari sejumlah DPC,” ujar Asratillah.

Sementara itu katanya, Appi membawa modal elektoral sebagai Wali Kota Makassar, pengalaman memimpin Golkar Makassar, dan daya tarik sebagai figur yang berpotensi memperluas jangkauan Demokrat.

Jika Ni’matullah bertumpu pada kekuatan organisasi yang telah dibangun, Appi berpotensi menawarkan energi baru dan daya ungkit politik yang lebih luas.

Persoalannya, popularitas seorang kepala daerah tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan dukungan di dalam partai.

Dalam konteks ini, faktor penentu bukan hanya siapa yang lebih populer, melainkan siapa yang mampu membangun konsolidasi dan memperoleh kepercayaan pemilik suara.

Ni’matullah disebut mengantongi dukungan 20 DPC, sedangkan pemberitaan juga menyebut bahwa Appi dinilai telah memenuhi persyaratan untuk maju.

Namun, klaim dukungan perlu dibedakan dari dukungan yang telah diverifikasi secara resmi. Mekanisme Musda dan keputusan DPP tetap memiliki peran penting dalam menentukan arah kepemimpinan Demokrat Sulsel.

“Karena itu, terlalu dini menyimpulkan bahwa posisi Ni’matullah pasti akan tergeser hanya karena Appi mulai masuk dalam proses penjaringan.” tutur Direktur Profetik Institute itu. Jumat (16/10/2026)

“Saya menilai tantangan terbesar Appi justru terletak pada kemampuannya mengubah modal politik personal menjadi kekuatan organisasi yang berkelanjutan. Memimpin Makassar sebagai wali kota dan memimpin Demokrat Sulsel merupakan dua pekerjaan berbeda.” beber Asratillah.

Disebutkannya, Jabatan wali kota menuntut kemampuan mengelola pemerintahan dan melayani seluruh masyarakat, sedangkan kepemimpinan partai menuntut konsolidasi kader, pengelolaan konflik internal, serta penguatan struktur hingga tingkat akar rumput.

“Jika Appi benar-benar ingin mengambil peran lebih besar di Demokrat, ia harus menunjukkan bahwa kehadirannya bukan hanya menguntungkan elite atau memperkuat popularitas partai dalam jangka pendek, melainkan juga mampu membangun organisasi yang solid menghadapi kontestasi politik mendatang.” katanya.

Pada akhirnya, Musda Demokrat Sulsel akan menjadi ujian bagi kedewasaan demokrasi internal partai. Ni’matullah memiliki hak untuk mempertahankan kepemimpinannya melalui mekanisme organisasi, sementara Appi memiliki peluang untuk menawarkan arah baru jika memenuhi persyaratan dan memperoleh dukungan yang memadai.

DPP Demokrat juga perlu memastikan bahwa proses penentuan ketua tidak mengabaikan aspirasi kader di daerah.

Bagi Demokrat, tantangan sesungguhnya bukan hanya memilih antara petahana dan figur baru, melainkan menentukan kepemimpinan yang paling mampu memperkuat partai dan membangun kepercayaan publik.

“Appi mungkin memiliki daya tarik elektoral, tetapi untuk menggoyang kursi Ni’matullah, ia harus membuktikan bahwa daya tarik tersebut dapat diterjemahkan menjadi dukungan organisasi dan kepemimpinan yang efektif.” tutup Asratillah. (LN)

Advertisement