Sumpah Pemuda Jadi Momentum Konsolidasi Pemuda Sulsel, Aktivis, Organisasi Kepemudaan, dan Komunitas Motor Satukan Barisan untuk Deklarasi Damai
MAKASSAR – Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, menjadi momentum konsolidasi lintas elemen pemuda di Sulawesi Selatan. Kelompok aktivis, organisasi kepemudaan, dan komunitas motor bersiap menyatukan barisan melalui agenda pembacaan Sumpah Pemuda, Rolling Akbar, dan Deklarasi Damai yang dipusatkan di Monumen Mandala, Makassar.
Mengusung tema “Satu Jalan, Satu Tujuan untuk Sulsel Damai”, kegiatan ini membawa pesan persatuan dan solidaritas lintas kelompok sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Sulawesi Selatan.
Inisiatif ini tidak hanya menempatkan komunitas motor sebagai bagian dari gerakan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi kelompok aktivis dan organisasi kepemudaan untuk mengambil peran dalam memperkuat persaudaraan serta membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
Senior sekaligus aktivis pemuda, Illank Radjab, S.H., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia memandang kolaborasi lintas elemen sebagai langkah penting untuk mempertemukan beragam latar belakang dan identitas dalam satu tujuan bersama, yakni menjaga persatuan dan kedamaian daerah.
Semangat Sumpah Pemuda, menurut pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut, tidak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan. Nilai persatuan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membangun solidaritas, menghormati perbedaan, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas ego kelompok.
“Jangan sampai perbedaan organisasi, identitas, dan bendera komunitas membuat kita kehilangan persaudaraan. Kita boleh memiliki cara perjuangan dan ruang gerak yang berbeda, tetapi ketika berbicara tentang persatuan dan kedamaian Sulawesi Selatan, kita harus memiliki komitmen yang sama,” demikian rumusan pesan yang mencerminkan semangat gerakan tersebut.
Dalam agenda ini, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin dan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dijadwalkan hadir bersama tokoh FKPPI Sulawesi Selatan, Ilham Arif Sirajuddin. Panitia menyatakan kehadiran para tokoh tersebut telah dikonfirmasi.
Kehadiran unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat diharapkan memperkuat pesan kolaborasi antara aparat, masyarakat, aktivis, organisasi kepemudaan, dan komunitas motor dalam menjaga keamanan serta menciptakan suasana yang kondusif.
Rangkaian kegiatan direncanakan meliputi pembacaan Sumpah Pemuda, penyampaian manifesto persatuan, Deklarasi Damai, dan Rolling Akbar yang berakhir di Monumen Mandala. Seluruh rangkaian diarahkan untuk memperkuat solidaritas lintas kelompok sekaligus mendorong kepatuhan terhadap aturan dan keselamatan berlalu lintas.
Bagi para penggagas, kegiatan ini bukan milik satu organisasi atau komunitas tertentu. Deklarasi tersebut menjadi ruang bersama bagi berbagai elemen pemuda untuk menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi kerja sama dalam membangun daerah.
Momentum Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa persatuan tidak menuntut keseragaman. Aktivis memiliki ruang perjuangan, organisasi kepemudaan memiliki wadah pengabdian, dan komunitas motor memiliki ikatan solidaritas. Ketiganya dapat berjalan bersama ketika dipertemukan oleh kepentingan yang lebih besar: menjaga persaudaraan dan kedamaian Sulawesi Selatan.
Dari Monumen Mandala, pesan yang hendak ditegaskan jelas: berbeda organisasi, berbeda identitas, dan berbeda jalan perjuangan bukan alasan untuk terpecah. Persatuan pemuda dan kedamaian Sulawesi Selatan adalah tanggung jawab bersama.

























