Ruang Digital Dipenuhi Konten Asusila Berbahasa Bugis, Karang Taruna Konsultasi ke Budayawan dan Dinas Kebudayaan Makassar

0
FOTO: Dari kiri, Kepala Bidang Kekayaan Warisan dan Promosi Budaya, Ludfi, SH, Muhammad Zulkifli, ST, MT, Ketua Karang Taruna Makassar, Prof. Dr Andi Ima Kesuma, IC, M.Pd, dan Budayawan lainnya.
FOTO: Dari kiri, Kepala Bidang Kekayaan Warisan dan Promosi Budaya, Ludfi, SH, Muhammad Zulkifli, ST, MT, Ketua Karang Taruna Makassar, Prof. Dr Andi Ima Kesuma, IC, M.Pd, dan Budayawan lainnya.

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Organisasi Masyarakat Karang Taruna menemu pihak Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Makassar. Selasa (27/10/2026).

Kedatangan Muhammad Zulkifli, Ketua Karang Taruna Kota Makassar itu dalam rangka konsultasi terkait dengan kondisi ruang digital di berbagai platform media sosial di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya.

Nampak hadir dalam konsultasi itu, Kepala Bidang Kekayaan Warisan dan Promosi Budaya, Ludfi, SH, M.Si, Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kota Makassar, Andi Patiware, S. STP.

Advertisement

Dalam konsultasi Karang Taruna Makassar juga didampingi 2 orang Budayawan di Sulawesi Selatan, Mereka diantaranya, Prof DR Aminuddin Salle, SH, MH dan Prof. Dr Andi Ima Kesuma, IC, M.Pd,.

Dalam kesempatannya itu, Zulkifli menyampaikan perlunya perhatian pemerintah daerah dengan kondisi ruang digital saat ini.

“Kedatangan kami atas bentuk keprihatinan dengan kondisi ruang digital kita diberbagai platform media sosial hari ini. Terutama dari sisi Kebudayaan bagi suku yang ada di Sulsel,” ujar Ketua Karang Taruna Makassar ini. Selasa, (27/10/2026).

Ia lalu menjelaskan, Penggunaan bahasa daerah oleh para selebgram dan para konten kreator secara live berbau pornografi sangat memprihatinkan.

“Mereka para konten kreator dengan sangat entengnya menggunakan bahasa daerah yang berbau pornografi secara fulgar di ruang digital,”

Ketua Karang Taruna Makassar itu lalu memberi satu contoh, Salah satunya akun tiktok “Ibu Driver” yang selalu menggunakan bahasa Bugis dan Makassar dalam kontennya berbau pornografi.

Dalam pertemuan itu, Zulkifli menjelaskan kondisi ruang digital kepada 2 budayawan Sulsel itu.

“Tadi Prof Andi Ima menyampaikan dirinya sangat menyayangi kehadiran akun media sosial menggunakan nama suku seperti akun Bugis yang menampilkan konten berbau pornografi. Sementara budaya orang Bugis tak seperti itu. Lebih menjaga kesantunan dalam kesehariannya,” tutur Zulkifli.

Zulkifli juga menyampaikan, Hal yang sama juga disampaikan budayawan Sulsel, Prof DR Aminuddin Salle, Yang mendesak agar aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terhadap akun media sosial asal Sulsel yang selalu menampilkan konten pornografi menggunakan bahasa daerah.

“Lebih tegas lagi Prof Aminuddin Salle, Beliau meminta agar aparat penegak hukum harus mengambil langkah tegas. Akun media sosial yang menggunakan bahasa berbau pornografi segera ditindak dengan tegas agar ada efek jera,” katanya.

“Jadi setelah menyimak pandangan kedua budayawan maka saya bisa meyimpulkan bahwa mereka memilki keyakinan yang sama dengan kami [Karang Taruna] bahwa konten vidio dari ibu driver adalah konten mesum yang memuat aktivitas seksual sehingga pemiliki akun yang diduga menyiapkan fasilitas ruang mesum digital dan menjadi host harus segera di hentikan dan di tindaki secara tegas oleh aparta hukum walau tanpa laporan karena penyebarannya sudah masif dan membuat gaduh ruang digital,” pungkas Ketua Karang Taruna Makassar ini.

Setelah menemui pihak Dinas Kebudayaan Makassar, Karang Taruna, Akan melanjutkan pertemuan dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk meminta meng takedown akun akun yang sering menampilkan konten pornografi.

“Setelah ini, Kami akan ke Komdigi untuk mendesak mencabut akun akun berbau pornografi di ruang digital,” kunci Zulkifli.

Untuk diketahui, Prof. DR Aminuddin Salle, SH, MH adalah Budayawan Makassar/Sulawesi Selatan, Ia Ketua Dewan Kebudayaan Kota Makasaar periode 2021 hingga April 2026, Akademisi, Pemerhati Budaya.

Sedangkan, Prof. Dr Andi Ima Kesuma, IC, M.Pd, Budayawan Makassar, Sulawesi Selatan, Ia merupakan Wakil Ketua Dewan Kebudayaan Kota Makassar Periode 2021- April 2026, Akademisi, Pemerhati Budaya. (LN)

Advertisement