
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Penyakit jantung, diabetes melitus, dan stroke memiliki faktor risiko yang dapat dikenali melalui pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini. Namun, risiko tersebut kerap luput dari perhatian ketika seseorang belum merasakan gejala. Pemeriksaan berkala dan pemahaman mengenai pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serta mendorong penanganan lebih awal.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit tersebut dilakukan melalui Program CERDAS (Cek Risiko, Edukasi, Rujuk, Dampingi, Aksi Hidup Sehat, dan Skrining Berkala), yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin.
Program ini mengintegrasikan skrining risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik, diabetes melitus, dan stroke dengan edukasi kesehatan yang mencakup bidang kardiovaskular, neurologi, dan endokrin. Melalui program tersebut, masyarakat memperoleh kesempatan menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus memahami arti hasil pemeriksaan dan langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan.
Ketua Panitia, Syahrul, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB., menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi pengukuran antropometri dan indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, gula darah, serta kolesterol sesuai layanan yang diterima masing-masing peserta. Data hasil pemeriksaan dihimpun untuk membantu mengidentifikasi faktor risiko yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
“Hasil skrining tersebut merupakan dasar memberikan rekomendasi pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan kondisi yang perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan. Selain pemeriksaan dasar, program ini mencakup perekaman dan interpretasi elektrokardiogram (EKG) bagi peserta yang menjalani pemeriksaan tersebut, dan beberapa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada masyarakat,” jelas Ners Syahrul.
Program CERDAS menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan perlu diikuti pemahaman terhadap hasil skrining dan tindak lanjut yang sesuai. Peserta dengan faktor risiko atau hasil pemeriksaan yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut diarahkan untuk memperoleh pemeriksaan lanjutan melalui Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, skrining diharapkan sebagai bagian dari proses pencegahan dan pengendalian penyakit, bukan sekadar pemeriksaan satu kali.
Melalui kegiatan ini, Unhas turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Integrasi skrining kesehatan, edukasi, dan rekomendasi tindak lanjut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular serta mendorong akses terhadap layanan kesehatan yang tepat.
Kegiatan pemeriksaan telah berlangsung pada Sabtu (10/10), di kompleks Masjid Jannatul Firdaus, BTP Makassar. Sebanyak 65 peserta tercatat dalam rekapitulasi pelayanan pemeriksaan kesehatan. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kebiasaan deteksi dini dan pengendalian faktor risiko penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke di masyarakat.(*/mir/fkep)
























