Air Tuba Politik

0
FOTO: Kirim Menhan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan persnya didampingi Presiden Jokowi di PT Pindad, Jawa Barat. Selasa (19/9/2023).
FOTO: Kirim Menhan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan persnya didampingi Presiden Jokowi di PT Pindad, Jawa Barat. Selasa (19/9/2023).

Penulis: Herry Tjahjono (HT)

LEGIONNEWS.COM – OPINI, Tak ada yang steril dari kepentingan politik dalam kehidupan dunia politik. Tapi tetap ada satu atau dua orang, tak banyak, bahkan langkaโ€“orang atau tokoh yang memiliki “kebesaran jiwa politik” (๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜จ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช๐˜ต๐˜บ).

Sebuah kebesaran jiwa dalam politik, terutama terkait dengan kemampuan untuk tidak dikuasai dendam, kepicikan, atau keinginan membalas kepada rival. Konsep ๐˜ฎ๐˜ข๐˜จ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช๐˜ต๐˜บ telah lama dikaitkan dengan kepemimpinan politik atau ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฑ. Salah satu yang langka itu adalah Jokowi.

Advertisement

Kebesaran jiwa politiknya terlihat semasa dia masih jadi presiden dengan mengangkat Prabowo (musuh bebuyutan dalam kontestasi pilpres) sebagai Menhan. Pun Jokowi menganugerahi Prabowo kenaikan pangkat secara istimewa menjadi Jenderal TNI Kehormatan (bintang empat) pada 28 Februari 2024. Momen ini bahkan diakui Prabowo waktu itu “telah memulihkan martabatnya sebagai prajurit”

Hal yang relatif sama dia lakukan kepada AHY, yang waktu itu tak jelas karir politiknya (kecuali sebagai Ketum Demokrat). AHY berasal dari keluarga/partai yang berada di luar pemerintahan Jokowi, tapi diangkatnya sebagai Menteri ATR/BPN pada 2024.

Dan kalau kini setelah Jokowi pensiun lalu misalnya kebesaran jiwa politik itu dibalas dengan “kepicikan jiwa politik” dari siapa pun yang pernah merasakan kebaikannya itu toh tak akan mengubah kebesaran jiwa itu sendiri.

Semua serangan habis-habisan kepada Jokowi dan kini Gibran, lalu tak satu pun “pembelaaan” dari partai, atau siapa pun yang pernah merasakan kebaikan politik Jokowi adalah bentuk kepicikan jiwa politik. Dalam bahasa awam keseharian: air susu (politik) dibalas dengan air tuba (politik).

Apakah Jokowi meradang lalu membalas dengan membabi-buta? Tidak. Dan itulah makna dari kebesaran jiwa politik. Dan dinamika politik seperti itu ternyata ditangkap juga oleh masyarakat kebanyakan, pun akar rumput.

Itu sebabnya merekalah yang membalas “air susu politik” Jokowi dengan air susu pula, yaitu “air susu hati”. Setiap hari, ratusan, ribuan dan sampai kini entah sudah berapa banyak rakyat atau warga membawa air susu hatinya untuk Jokowi. Tanpa dikomando.

Kalau pun kelak Jokowi tak ada yang memberi air susu politik, dia tinggal mengarahkan telunjuknya: maka sulit dihitung banyaknya rakyat yang akan membawa air susu hatinya menuju arah yang ditunjuk Jokowi.

Dinamika ini membawa pesan: mereka, para lawan politik itu sesungguhnya (sangat) ketakutan dengan lautan “air susu hati” yang sulit dibendung, dan itu sebabnya mereka harus sesegera mungkin menghancurkannya (Jokowi mau pun Gibran) dengan berbagai cara. Sebab jika tidak, mereka yang kelak akan tenggelam. Mod*r! (kata politikus senior dan ahli strategi ulung Yusuf Wanandi: ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฆ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‘๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ธ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฅ*๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฆ).

By: HT

Catatan Redaksi: Tulisan ini dilansir dari akun Facebook Herry Tjahjono (HT). Rabu (23/9/2026)ย 

Advertisement