Ketua Relawan Setia Prabowo Apresiasi Gagasan Dandim Hendra: Doktrin TNI Bersama Rakyat Dihidupkan di Enrekang

0
Komandan Kodim 1419/Enrekang Letkol Inf. Hendra Kusuma Wijaya (Foto/Ist)*
Komandan Kodim 1419/Enrekang Letkol Inf. Hendra Kusuma Wijaya (Foto/Ist)*

ENREKANG – Ketua Relawan Setia Prabowo mengapresiasi gagasan Komandan Kodim 1419/Enrekang Letkol Inf. Hendra Kusuma Wijaya yang menggerakkan Babinsa bersama masyarakat dalam memperkuat pencegahan dan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurutnya, langkah tersebut tidak sekadar berbicara tentang penanganan Karhutla, tetapi memperlihatkan bagaimana fungsi pembinaan teritorial TNI diterjemahkan ke dalam kerja nyata di tengah masyarakat.

“Yang menarik dari langkah Dandim Hendra adalah bagaimana kekuatan teritorial dihidupkan. Babinsa tidak hanya hadir ketika persoalan sudah terjadi, tetapi membangun komunikasi dengan masyarakat dan mendorong kewaspadaan sejak dini,” ujarnya ke wartawan, Senin (21/09).

Advertisement

Ia menilai pola tersebut sejalan dengan semangat TNI bersama rakyat, di mana kekuatan pertahanan dan keamanan wilayah bertumpu pada kedekatan, komunikasi, serta kemanunggalan dengan masyarakat.

Menurutnya, gagasan Dandim Hendra untuk tidak membiarkan wilayah Enrekang kecolongan terhadap potensi titik api merupakan bentuk konkret pentingnya deteksi dini.

“Doktrin TNI bersama rakyat itu harus terasa manfaatnya. Ketika Babinsa berada di tengah masyarakat, kemudian masyarakat ikut memberikan informasi dan bersama-sama menjaga wilayahnya, di situlah kekuatan teritorial bekerja,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat merupakan mata dan telinga terdekat di lingkungan masing-masing. Karena itu, membangun kesadaran warga untuk segera melaporkan asap, titik api maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran merupakan bagian penting dari upaya pencegahan.

“Jangan menunggu api menjadi besar. Kekuatan utama pencegahan ada pada kecepatan mengetahui dan merespons. Babinsa memiliki jaringan sosial di wilayah binaan, sementara masyarakat mengetahui kondisi lingkungannya. Kalau keduanya terhubung, potensi ancaman dapat diantisipasi lebih awal,” ujarnya.

Ia juga menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan teritorial bukan sekadar aktivitas administratif, tetapi menyangkut bagaimana aparat kewilayahan membangun kepercayaan dan kerja sama dengan masyarakat.

“Dandim Hendra sedang menunjukkan bahwa doktrin bersama rakyat dapat diterjemahkan dalam bahasa yang sederhana yakni hadir, berkomunikasi, mendengar laporan warga, kemudian bergerak bersama. Ini yang harus terus diperkuat,” katanya.

Ketua Relawan Setia Prabowo yang juga tokoh pemuda asal Sulsel ini berharap pendekatan semacam itu terus dikembangkan di wilayah Enrekang, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan dan potensi bencana yang membutuhkan kewaspadaan masyarakat.

“Enrekang tidak boleh kecolongan. Bukan karena semua persoalan harus dibebankan kepada TNI, tetapi karena TNI, pemerintah dan masyarakat harus memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga wilayah. Inilah semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kekuatan teritorial pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa cepat aparat datang ketika persoalan terjadi, melainkan seberapa kuat hubungan antara aparat dan masyarakat mampu mencegah persoalan berkembang menjadi lebih besar.

Advertisement