Mengenal dr. Annas Ahmad, Sp.B, Kandidat Ketua PERSI Sulselbar

0
FOTO: dr. Annas Ahmad, Direktur Sp.B, Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. (Ist)
FOTO: dr. Annas Ahmad, Direktur Sp.B, Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. (Ist)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Dinamika perumahsakitan Indonesia saat ini membutuhkan figur kepemimpinan yang tidak hanya memahami pelayanan klinis, tetapi juga memiliki pengalaman manajerial, kemampuan membangun jejaring, serta keberanian melakukan perubahan. Dalam konteks

Musyawarah Wilayah Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, nama dr. Annas Ahmad, Sp.B., menjadi salah satu figur yang layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat Ketua PERSI SULSELBAR.

Perjalanan karier dr. Annas memperlihatkan proses kepemimpinan yang tumbuh dari bawah. Ia tidak langsung hadir sebagai seorang pemimpin rumah sakit yang instan, tetapi memulai pengabdiannya sebagai dokter umum di Puskesmas Bowong Cindea, Kabupaten Pangkep. Pengalaman bekerja di lini pelayanan primer tersebut memberinya pemahaman mengenai persoalan kesehatan masyarakat dari tingkat paling dasar.

Advertisement

Dua tahun kemudian, pada 2007, ia dipercaya menjadi Kepala Puskesmas Segeri, Kabupaten Pangkep. Pada fase inilah pengalaman manajerialnya mulai terbentuk. Memimpin puskesmas bukan sekadar mengelola pelayanan medis, tetapi juga membutuhkan kemampuan menggerakkan sumber daya manusia, membangun hubungan dengan masyarakat dan pemerintah daerah, serta memastikan program kesehatan berjalan secara efektif.

Kariernya kemudian berkembang ke pelayanan rumah sakit setelah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis bedah di Universitas Hasanuddin. Dokter Annas mengabdikan diri sebagai Dokter Spesialis Bedah di RSUD Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2015, sebelum kemudian bertugas di RSUD Batara Siang, Kabupaten Pangkep pada tahun 2016.

Pengalaman sebagai dokter klinisi sekaligus pemimpin pelayanan kesehatan kemudian membawanya dipercaya menjadi Direktur RSUD Batara Siang pada tahun 2018. Pengalaman tersebut menjadi tahapan penting karena ia mulai berhadapan langsung dengan kompleksitas pengelolaan rumah sakit: pelayanan pasien, SDM, keuangan, mutu, keselamatan pasien, sarana prasarana hingga hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Jenjang kepemimpinannya berlanjut ketika pada tahun 2023 ia dipercaya menjadi Direktur Utama RSUP dr. Ben Mboi Kupang, sebuah rumah sakit Kementerian Kesehatan di kawasan Indonesia Timur. Selanjutnya pada tahun 2026, dokter Annas mendapat amanah memimpin RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, rumah sakit Kementerian Kesehatan kelas A sekaligus rumah sakit pendidikan utama di kawasan timur Indonesia.

Dengan perjalanan tersebut, dokter Annas memiliki pengalaman kepemimpinan rumah sakit yang sangat lengkap, mulai dari puskesmas, rumah sakit daerah tipe C, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan tipe B, hingga rumah sakit kelas A pendidikan.

Perspektif lintas jenjang pelayanan inilah yang menjadi salah satu modal penting untuk memahami beragam persoalan yang dihadapi anggota PERSI, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Rekam Jejak Prestasi dan Organisasi

Selain perjalanan karier struktural, dr. Annas Ahmad memiliki sejumlah rekam jejak penghargaan. Ia pernah menerima penghargaan Dokter Teladan Nasional dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2007, kemudian Kepala Puskesmas Berprestasi Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2009. Pada tahun yang sama, Puskesmas yang dipimpinnya memperoleh pengakuan sebagai Puskesmas Citra Pelayanan Prima dari Kementerian PAN-RB.

Pengalaman kepemimpinannya juga diwarnai penghargaan atas kualitas pelayanan publik. Pada tahun 2019, institusi yang dipimpinnya memperoleh predikat Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik dari Kementerian PAN-RB. Pada tahun yang sama, ia menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia. Kemudian pada tahun 2025, ia memperoleh Makarti Bhakti Nagari dari LAN RI sebagai penghargaan sebagai peserta terbaik Pelatihan Kepemimpinan Nasional II Kementerian Kesehatan.

Di bidang organisasi profesi, pengalamannya pun cukup panjang. Ia pernah menjadi Wakil Ketua IDI Cabang Pangkep, aktif sebagai Pengurus PABI Cabang Makassar, menjadi Pengurus PERSI Wilayah Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2023 dan pada tahun 2026 dipercaya sebagai Ketua Kompartemen ARSKI.

Jejak tersebut menggambarkan bahwa pengalaman organisasinya bukan sesuatu yang baru dibangun menjelang suksesi PERSI SULSELBAR. Ia telah berinteraksi dengan berbagai organisasi profesi dan organisasi perumahsakitan dalam perjalanan kariernya.

Dari Dokter Bedah Menjadi Pemimpin Rumah Sakit

Latar belakang sebagai dokter spesialis bedah memberi warna tersendiri terhadap perjalanan kepemimpinan dr. Annas Ahmad. Dunia bedah menuntut ketepatan mengambil keputusan, disiplin, kerja tim, keberanian menghadapi risiko serta kemampuan bertindak dalam situasi yang terkadang sangat terbatas oleh waktu.

Karakter tersebut memiliki relevansi dengan dunia manajemen rumah sakit saat ini.

Rumah sakit menghadapi perubahan yang semakin cepat. Transformasi sistem kesehatan, perubahan regulasi, tuntutan mutu dan keselamatan pasien, digitalisasi pelayanan, perubahan pola pembiayaan JKN, efisiensi sumber daya hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang semakin berkualitas membutuhkan pemimpin yang tidak cukup hanya menguasai administrasi.

Pemimpin rumah sakit harus mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi serta menerjemahkan kebijakan menjadi perubahan nyata dalam pelayanan bahkan harus dituntut untuk turun langsung ke lapangan dari ujung ke ujung Sulselbar.

Karena itu, perjalanan dr. Annas dari seorang dokter umum, kepala puskesmas, dokter spesialis, direktur rumah sakit daerah hingga direktur utama rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan menunjukkan kombinasi pengalaman klinis dan manajerial yang cukup luas.

PERSI Membutuhkan Kepemimpinan Kolaboratif

PERSI bukan sekadar organisasi para direktur rumah sakit. PERSI merupakan rumah bersama perumahsakitan Indonesia.

Di dalamnya berhimpun rumah sakit pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, rumah sakit swasta, rumah sakit keagamaan, rumah sakit pendidikan hingga berbagai rumah sakit khusus. Kepentingannya beragam, tetapi persoalan yang mereka hadapi sering kali sama: regulasi, pembiayaan, SDM kesehatan, mutu pelayanan, teknologi, akreditasi hingga keberlanjutan organisasi rumah sakit.

Karena itu, kepemimpinan PERSI SULSELBAR ke depan membutuhkan sosok yang mampu menjadi jembatan, bukan sekadar pemegang jabatan organisasi.

Pemimpin PERSI harus mampu mempertemukan rumah sakit besar dan kecil, pemerintah dan swasta, pusat dan daerah, senior dan generasi baru. PERSI juga harus mampu menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah, BPJS Kesehatan, organisasi profesi, institusi pendidikan dan berbagai stakeholder lainnya.

Dengan pengalaman memimpin institusi pelayanan kesehatan pada berbagai tingkatan serta keterlibatannya dalam organisasi profesi dan perumahsakitan, dr. Annas Ahmad memiliki modal untuk mengambil peran tersebut.

Momentum Regenerasi PERSI SULSELBAR

Suksesi kepemimpinan organisasi idealnya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian nama ketua. Lebih dari itu, suksesi adalah kesempatan melakukan konsolidasi, regenerasi, restrukturisasi sekaligus modernisasi organisasi.

PERSI SULSELBAR ke depan dituntut semakin responsif terhadap persoalan nyata anggotanya. Organisasi harus hadir ketika rumah sakit menghadapi masalah regulasi, pembiayaan, mutu, SDM maupun transformasi digital. PERSI perlu menjadi pusat advokasi, pusat pengetahuan dan pusat kolaborasi bagi rumah sakit di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Dalam konteks inilah figur pemimpin menjadi penting.

PERSI SULSELBAR membutuhkan ketua yang visioner tetapi tetap membumi, energik untuk bergerak, profesional dalam mengambil keputusan, adaptif menghadapi perubahan, inovatif mencari solusi serta kolaboratif dalam membangun kekuatan bersama.

Dengan perjalanan pengabdian lebih dari dua dekade, pengalaman memimpin pelayanan kesehatan dari tingkat primer hingga rumah sakit rujukan nasional, serta rekam jejak dalam organisasi profesi dan perumahsakitan, dr. Annas Ahmad, Sp.B., FICS., FISQua., AIFO-K hadir sebagai salah satu kandidat kuat dalam suksesi kepemimpinan PERSI SULSELBAR.

Namun pada akhirnya, kekuatan seorang kandidat bukan sekadar terletak pada panjangnya daftar jabatan atau penghargaan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pengalaman tersebut dapat diterjemahkan menjadi gagasan, keberanian melakukan perubahan dan kemampuan merangkul seluruh anggota.

Karena PERSI SULSELBAR masa depan membutuhkan lebih dari seorang ketua.

Ia membutuhkan pemimpin yang mampu menjadikan PERSI benar-benar sebagai rumah bersama: rumah untuk bertumbuh, rumah untuk berkolaborasi, dan rumah untuk memperjuangkan kemajuan seluruh rumah sakit di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. (*)

Advertisement