
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Nasrun Mantja, S.H., yang akrab disapa Daeng Accung, Ketua Relawan Jakarta, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama warga di lorong Jalan Sungai Limboto, Makassar. Senin malam (31/8/2026)
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Bagi Daeng Accung, peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah Muhammad SAW di tengah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, lorong bukan hanya ruang tempat warga tinggal, tetapi juga merupakan ruang sosial yang harus terus dihidupkan dengan kegiatan-kegiatan positif yang memperkuat silaturahmi, kepedulian, dan kebersamaan.
“Maulid ini jangan kita maknai hanya sebagai kegiatan rutin setiap tahun. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat Maulid ini kita bawa ke dalam kehidupan sehari-hari. Kita hidupkan lorong dengan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah, dengan persaudaraan, kepedulian, saling menghormati dan saling membantu,” ujar Daeng Accung.
Ia menambahkan, Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa membangun masyarakat tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan dapat tumbuh dari lingkungan terkecil, dari keluarga, dari tetangga, dan dari komunitas yang saling menjaga.
“Kalau lorong-lorong kita hidup, kalau warganya saling mengenal, saling peduli dan saling membantu, maka sebenarnya kita sedang membangun kekuatan masyarakat dari bawah. Inilah semangat yang harus kita rawat,” katanya.
Daeng Accung juga mengajak masyarakat agar menjadikan Maulid sebagai momentum memperkuat kembali tradisi kebersamaan di lorong-lorong Kota Makassar.
“Rasulullah mengajarkan kita tentang kasih sayang, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama. Maka mari kita jadikan lorong ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi menjadi ruang tumbuhnya persaudaraan dan kebaikan,” tuturnya.
Menurutnya, menghidupkan lorong dengan kegiatan keagamaan, sosial dan kebudayaan merupakan bagian penting dalam menjaga karakter masyarakat perkotaan agar tidak kehilangan nilai-nilai kebersamaan di tengah perubahan zaman.
“Semoga dari lorong Jalan Sungai Limboto ini tumbuh semangat untuk terus berbuat baik. Kita tidak perlu menunggu menjadi besar untuk memberi manfaat. Mulai dari lorong, mulai dari tetangga, mulai dari diri kita sendiri. Itulah cara sederhana kita meneladani Rasulullah,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut pun menjadi ruang silaturahmi antara Daeng Accung dan warga, sekaligus mempertegas semangat untuk menjadikan lorong sebagai ruang kehidupan masyarakat yang aktif, religius, guyub, dan penuh kepedulian. (*)
























