
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Lukman B Kady membantah tudingan tak solidnya partai berlambang pohon beringin rindang itu selama pelaksanaan roadshow di beberapa DPD II selama sepekan di Sulsel. .
Lukman mengatakan kegiatan roadshow Ketua Golkar Sulsel terpilih itu dikuti oleh jajaran pengurus DPD I dan DPD II Kabupaten/Kota.
“Tetap solid, Tidak benar itu tidak solid,” ujar Lukman. Jumat (14/8/3026)
Anggota fraksi Golkar di DPRD Sulsel itu menyampaikan saat ini dirinya sedang berada di Sidrap bersama Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengikuti kegiatan konsolidasi di DPD II Sidrap.
Informasi yang dihimpun awak media, IAS saat ini didampingi Rahman Pina, Lukman B Kady dan H. Sofyan.
Untuk diketahui Ketua Golkar Sulsel terpilih Ilham Arief Sirajuddin memulai roadshow dari DPD II Pangkep, Barru, Parepare, Luwu, Enrekang, Toraja, Toraja Utara, Palopo dan terakhir Sidrap.
Dalam sepekan ini IAS mengunjungi pengurus DPD II di daerah pemilihan (Dapil) 2 dan 3 Sulawesi Selatan.
Sebelumnya diberitakan, Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, menilai absennya sejumlah kader tidak bisa dilepaskan dari polemik yang mewarnai proses pemilihan ketua DPD I Golkar Sulsel.
Menurutnya, respons tersebut berpotensi muncul di sejumlah daerah, terutama dari DPD II yang sebelumnya berada di kubu berbeda saat Musda.
Ia menyebut daerah seperti Barru, Enrekang, Pinrang, Jeneponto, hingga Takalar sebagai wilayah yang berpotensi mengalami dinamika serupa.
Meski demikian, Andi Ali menilai kondisi tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab IAS melalui upaya konsolidasi dan penguatan internal partai menuju kontestasi politik 2029.
“Ini akan menjadi tantangan bagi IAS untuk membangun konsolidasi dan menguatkan barisan Partai Golkar menuju 2029,” ucap Andi Ali dikutip dari rakyatsulsel.co terbitan Kamis (12/8/2026).
Ia optimistis IAS memiliki kapasitas untuk mengatasi hambatan komunikasi di internal partai. Menurutnya, pengalaman IAS dalam membangun komunikasi politik dan kemampuan bernegosiasi menjadi modal penting untuk menyatukan kembali seluruh elemen partai.
Selain persoalan komunikasi, Andi Ali menilai tantangan IAS juga bertambah dengan adanya kader Golkar yang memilih meninggalkan partai. Salah satunya, kata dia, Bupati Kepulauan Selayar Dutin yang disebut telah bergabung dengan Partai Gerindra.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan IAS untuk meredam fragmentasi di tubuh Golkar Sulsel dan membangun kepengurusan yang lebih solid. (LN/*)























