Unhas Sambut 10.401 Mahasiswa, Rektor: Jadilah Mahasiswa Berintegritas Tinggi

0
FOTO: Universitas Hasanuddin (Unhas) merespons fase transisi tersebut melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Kegiatan diikuti 10.401 mahasiswa baru sebagai tahap awal mengenal lingkungan akademik, budaya perguruan tinggi, serta berbagai tanggung jawab yang melekat pada kehidupan mahasiswa.
FOTO: Universitas Hasanuddin (Unhas) merespons fase transisi tersebut melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Kegiatan diikuti 10.401 mahasiswa baru sebagai tahap awal mengenal lingkungan akademik, budaya perguruan tinggi, serta berbagai tanggung jawab yang melekat pada kehidupan mahasiswa.

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Memasuki perguruan tinggi membawa perubahan besar dalam pola belajar mahasiswa. Tuntutan untuk belajar lebih mandiri, memahami sistem akademik, menjaga integritas, dan mengelola tanggung jawab sebagai mahasiswa menjadi bagian dari proses adaptasi yang perlu dipersiapkan sejak awal.

Universitas Hasanuddin (Unhas) merespons fase transisi tersebut melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Kegiatan diikuti 10.401 mahasiswa baru sebagai tahap awal mengenal lingkungan akademik, budaya perguruan tinggi, serta berbagai tanggung jawab yang melekat pada kehidupan mahasiswa.

Mengusung tema “Tumbuh dengan Inovasi, Bergerak dengan Sinergi, Berdampak untuk Negeri,” PKKMB diarahkan membangun kesiapan mahasiswa dalam mengikuti proses pendidikan sekaligus menanamkan nilai integritas, inovasi, kolaborasi, dan tanggung jawab.

Advertisement

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D., menjelaskan, 10.401 mahasiswa baru tersebut diterima melalui tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Jalur Mandiri.

Sebanyak 3.309 mahasiswa diterima melalui SNBP, 5.273 mahasiswa melalui SNBT, dan 1.819 mahasiswa melalui jalur Mandiri.

“Untuk Jalur Mandiri, walaupun kami diberikan kewenangan menerima hingga 50 persen, Unhas hanya menerima 17,49 persen saja. Proses penerimaan ini kami laksanakan secara independen, dengan mekanisme seleksi yang dirancang untuk menjaring calon mahasiswa berkualitas,” jelas Prof. Ruslin.

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengingatkan mahasiswa baru agar keberhasilan masuk Unhas bukan sebagai tujuan akhir. Menurut Prof. JJ, keberhasilan mahasiswa perlu dibangun melalui konsistensi belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan akademik. Integritas menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Prof. JJ juga mendorong mahasiswa baru untuk membangun kepercayaan diri dan keberanian berkompetisi sejak awal masa studi.

“Kalian sudah berjuang untuk masuk Unhas. Jangan berhenti di tengah jalan. Selesaikan pendidikan dengan baik. Jangan sampai ada yang drop out karena persoalan akademik, dan jangan melakukan pelanggaran akademik. Jaga integritas sejak awal,” pesan Prof. JJ.

Prof. JJ juga menyebut tradisi prestasi yang dibangun mahasiswa Unhas menjadi bukti bahwa kampus dari Kawasan Indonesia Timur memiliki kapasitas untuk menghasilkan mahasiswa yang mampu berkompetisi di tingkat nasional hingga global.

“Tradisi juara di kampus ini hadir untuk menghapus rasa minder anak daerah. Ini adalah bukti bahwa kapasitas mahasiswa di luar Pulau Jawa itu setara, kita mampu memimpin di kancah nasional dan siap berkompetisi di level dunia,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menekankan pentingnya mahasiswa memiliki keberanian untuk melangkah, beradaptasi, dan melakukan transformasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Perguruan tinggi diharapkan hadir sebagai ruang bagi mahasiswa mengembangkan kapasitas sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi diri sendiri dan lingkungan.

“Mahasiswa harus berani melangkah, mampu bertransformasi secara cepat dan adaptif, serta menghasilkan dampak nyata. Proses itu dimulai sejak PKKMB sebagai momentum awal mengenal kehidupan perguruan tinggi dan beradaptasi dengan lingkungan akademik,” jelas Prof. Brian.

Rangkaian PKKMB merupakan bagian dari proses adaptasi mahasiswa melalui berbagai kegiatan yang memberikan pembekalan sebelum memasuki proses pendidikan secara penuh. Pembekalan tersebut diarahkan agar mahasiswa memahami peran perguruan tinggi dan mampu mengambil bagian dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Dalam pesan yang disampaikan melalui video tersebut, Prof. Brian Yuliarto menegaskan bahwa proses pendidikan tinggi perlu membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi keilmuan sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Nilai tersebut menjadi bekal untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat.

Pelaksanaan PKKMB tingkat Universitas Hasanuddin membagi mahasiswa dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi siang. Kegiatan berlangsung di JK Arenatorium GOR Unhas, Selasa (11/08). Kegiatan diikuti mahasiswa baru jenjang sarjana dan sarjana terapan.

Sementara itu, mahasiswa baru pascasarjana akan mengikuti PKKMB pada Kamis (13/08) yang dipusatkan di Baruga AP Pettarani Unhas.

Adapun sebaran mahasiswa baru program Sarjana dan Sarjana Terapan Unhas Tahun 2026 per fakultas, yakni :

yakni :

1. Ekonomi dan Bisnis: 868
2. Hukum: 628
3. Kedokteran: 610
4. Teknik: 1.634
5. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: 801
6. Ilmu Budaya: 994
7. Pertanian: 658
8. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam: 694
9. Peternakan: 427
10. Kedokteran Gigi: 251
11. Kesehatan Masyarakat: 494
12. Ilmu Kelautan dan Perikanan : 549
13. Kehutanan: 474
14. Farmasi : 188
15. Keperawatan: 288
16. Teknologi Pertanian: 320
17. Vokasi: 523

(*/mir)

Advertisement