Munas KKT Dihadiri Bupati Takalar, Tak Dihadiri Bupati Jeneponto

0
FOTO: Peserta Musyawarah Nasional Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) digelar di Hotel Claro Makassar, Jumat pagi (24/7). (Ist)
FOTO: Peserta Musyawarah Nasional Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) digelar di Hotel Claro Makassar, Jumat pagi (24/7). (Ist)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, H. Paris Yasir, Bupati Jeneponto tak hadiri Musyawarah Nasional (Munas) KKT ke VI yang digelar di Hotel Claro Makassar, Jumat pagi (24/7).

Dari pantauan awak media di lokasi Munas Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) itu, Nampak Wakil bupati Jeneponto, Islam Iskandar mengenakan baju kemeja warna putih.

Mantan Bupati Jeneponto dua periode Iksan Iskandar Karaeng Ninra dan mantan wakil Bupati Jeneponto, Burhanuddin Baso Tika nampak juga hadir ditengah arena Munas KKT ke VI.

Advertisement

Di pembukaan Munas KKT itu turut hadir Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye, Politisi Partai Golkar Rahman Pina (RP) yang juga Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Selatan

Turut hadir Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulsel Fadel Muhammad Taupan Ansar, anggota Fraksi PDIP DPRD Sulsel Andi Batara Lantara dan legislator Hanura Makassar Irmawati Sila.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Dr. Jayadi Nas, legislator Hanura Makassar Irmawati Sila serta sejumlah tokoh lainnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) KKT Jeneponto, Dr. H. Alimuddin menyambut kedatangan para tokoh dengan ‘Angngaru”.

Dari hasil Munas KKT itu, Dr. H. Alimuddin, SH, MH, M.Kn terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum untuk kali kedua.

Ketua Panitia Kahar Sijaya dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Munas VI. Ia menjelaskan bahwa persiapan kegiatan telah dimulai sejak Mei 2026 dan semula dijadwalkan pada 23 Juli, namun kemudian disepakati dilaksanakan pada 24 Juli 2026.

Menurutnya, Munas dihadiri oleh peserta dari 11 provinsi di Indonesia dengan dukungan penuh dari para pengurus daerah dan warga KKT. Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya warga KKT serta dukungan sejumlah pihak yang turut membantu menyukseskan pelaksanaan Munas.

Dalam sambutannya, Dr. H. Alimuddin menegaskan bahwa KKT merupakan organisasi kemasyarakatan yang telah berkembang sejak tahun 1966 dan kini memiliki kepengurusan di 15 provinsi di Indonesia. Ia menekankan bahwa KKT bukan organisasi politik dan tidak boleh dijadikan alat politik praktis.

“Organisasi ini menjadi rumah besar bagi seluruh warga Turatea tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik. Yang terpenting adalah menjaga persatuan, kebersamaan, dan memberikan manfaat bagi daerah asal,” ujarnya.

Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, SH., MH., mengajak seluruh pengurus KKT di Indonesia untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mempercepat pembangunan daerah.

Ia berharap KKT dapat berkontribusi nyata, khususnya pada sektor pendidikan melalui pemberian beasiswa, pelatihan, maupun dukungan terhadap siswa-siswi berprestasi yang mengalami keterbatasan ekonomi agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami mengajak seluruh pengurus KKT untuk bersama-sama membangun Jeneponto. Organisasi ini memiliki sumber daya manusia yang luar biasa dan diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah,” kata Islam Iskandar.

Sementara itu, perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, menyampaikan bahwa Musyawarah Nasional bukan hanya forum memilih ketua umum, tetapi juga menjadi momentum menyusun program kerja organisasi yang mampu mendukung pembangunan daerah dan menjaga nilai-nilai budaya masyarakat Jeneponto.

Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi antarwarga Turatea di seluruh Indonesia, serta mendukung visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mewujudkan daerah yang maju dan berkarakter.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., memaparkan berbagai program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian terus melakukan percepatan peningkatan produksi pangan melalui optimalisasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, kemudahan akses pupuk bersubsidi, serta penyederhanaan regulasi agar petani semakin mudah memperoleh sarana produksi.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti KKT Jeneponto.

Musyawarah Nasional VI KKT Jeneponto berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi organisasi, di antaranya memperkuat konsolidasi kepengurusan di seluruh provinsi, meningkatkan kontribusi KKT terhadap pembangunan daerah, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, ekonomi, dan pelestarian budaya Turatea.

Terpilihnya kembali Dr. H. Alimuddin secara aklamasi diharapkan semakin memperkuat eksistensi Kerukunan Keluarga Turatea sebagai organisasi yang mampu menjadi wadah persatuan warga Jeneponto di seluruh Indonesia sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan Kabupaten Jeneponto dan Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

Advertisement