
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Makassar menggelar aksi unjuk rasa dalam momentum Hari Buruh Internasional (May Day) dan menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Jumat (1/5/2026)
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk sikap terhadap berbagai persoalan nasional yang dinilai semakin membebani rakyat, mulai dari persoalan ketenagakerjaan, pendidikan, hingga kebijakan pangan dan gizi nasional.
Aksi tersebut turut dihadiri Ketua Eksekutif Kota (EK) LMND Makassar, Nur Alif, yang menegaskan bahwa kondisi hari ini menunjukkan semakin jauhnya keberpihakan negara terhadap kaum buruh, mahasiswa, petani, dan rakyat kecil.
Dalam aksi tersebut, massa LMND Makassar menyoroti berbagai persoalan seperti praktik outsourcing, upah murah, ancaman PHK, mahalnya biaya pendidikan, hingga lemahnya perlindungan terhadap hak-hak rakyat. Selain itu, LMND Makassar juga menyampaikan sikap yang menjadi bagian dari sikap nasional LMND se-Indonesia, yakni mendesak pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) akibat berbagai polemik dan persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program lembaga tersebut.
Ketua EK LMND Makassar, Nur Alif, menegaskan bahwa momentum May Day dan Hardiknas tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan harus menjadi ruang konsolidasi perjuangan rakyat melawan berbagai bentuk ketidakadilan.
“Mahasiswa, buruh, dan seluruh rakyat tertindas harus bersatu. Selama ketimpangan dan ketidakadilan masih terjadi, maka perjuangan harus terus dilakukan,” ujarnya.
Selain mendesak pencopotan Kepala BGN, LMND Makassar juga membawa sejumlah tuntutan lain, di antaranya menolak komersialisasi pendidikan, menuntut penghapusan outsourcing dan upah murah, mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan dan RUU Perampasan Aset, menolak kebijakan PHK, menuntut reformasi pajak yang berpihak kepada rakyat, hingga mendesak pencabutan izin tambang geothermal yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
LMND Makassar juga menolak wacana penghapusan program studi keguruan serta mendesak evaluasi terhadap pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dinilai melahirkan kebijakan yang tidak berpihak terhadap dunia pendidikan.
Usai menyampaikan tuntutan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, massa aksi melanjutkan aksi menuju fly over sebagai bentuk konsolidasi bersama elemen gerakan lainnya.
Aksi berlangsung tertib dan menjadi bentuk komitmen LMND Makassar untuk terus mengawal perjuangan rakyat dan melawan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. (*)






















