113 Miliar untuk EO, Efesiensi Malah Hamburkan, Logis 08: BGN Kebablasan dan Harus Dibersihkan!

0
FOTO: Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo (Ist)*
FOTO: Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo (Ist)*

JAKARTA – Sorotan publik terhadap anggaran Jasa Event Organizer (EO) di Badan Gizi Nasional (BGN) terus menguat. Nilai anggaran yang mencapai Rp113 miliar dinilai tidak sejalan dengan semangat efisiensi yang tengah digalakkan pemerintah.

Data PBJP mencatat ada 31 paket pekerjaan yang diberikan kepada 16 perusahaan berbeda. Perusahaan dengan nilai kontrak tertinggi di antaranya Maria Utara Jaya (Rp18,47 miliar), Anugrah Duta Promosindo (Rp17,42 miliar), dan Falah Eka Cahya (Rp16,59 miliar) yang jika ditotal menyerap hampir setengah dari pagu anggaran EO tersebut.

Ketua Umum Logis, Anshar Ilo, menilai angka tersebut terlalu besar, tidak wajar, dan berpotensi menimbulkan penyimpangan anggaran.

Advertisement

“Di tengah efisiensi ketat, justru muncul pemborosan anggaran yang fantastis. Ini tidak pantas dan harus menjadi perhatian serius,” tegas Anshar dalam keterangan resminya, Selasa (14/04).

Menurut Anshar, seberapa mendesak pengeluaran ratusan miliar untuk kegiatan seremonial dibandingkan dengan mandat utama lembaga tersebut dalam pemenuhan gizi masyarakat secara langsung.

“Baiknya saat kondisi ekonomi yang menantang, porsi anggaran untuk event management ini dinilai terlalu signifikan dan tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga menilai Badan Gizi Nasional sebagai salah satu lembaga yang paling sering menuai kontroversi dan blunder dibandingkan badan maupun kementerian lainnya.

Menurutnya, polemik anggaran EO hanyalah satu dari sekian banyak persoalan yang mencerminkan buruknya tata kelola di tubuh BGN.
Ia turut menyoroti pengadaan kendaraan bermotor yang diduga tidak sesuai dengan prosedur serta ketentuan perundang-undangan.

“Sudah terlalu banyak kesalahan fatal yang dibuat. Mulai dari pemborosan anggaran hingga pengadaan yang tidak sesuai aturan,” lanjutnya.

Atas dasar itu, Anshar Ilo secara tegas mendesak agar Kepala BGN segera dicopot dari jabatannya.

“Copot segera agar tata kelola di BGN bisa diperbaiki dan tidak terus menjadi polemik di tengah masyarakat,” pungkasnya. (**)

Advertisement