JAKARTA – Komitmen Prabowo Subianto dalam melakukan reformasi besar-besaran di sektor pendidikan mendapat apresiasi dari Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo.
Reformasi tersebut mencakup perbaikan infrastruktur sekolah hingga digitalisasi pembelajaran secara nasional.
Pemerintah saat ini tengah mempercepat program renovasi sekolah dengan target 300.000 unit dalam lima tahun ke depan. Secara khusus, Presiden Prabowo menargetkan sebanyak 70.000 sekolah dapat direnovasi pada tahun ini sebagai langkah awal percepatan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Anshar Ilo menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
“Langkah ini sangat tepat dan visioner. Reformasi pendidikan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menyiapkan manusia Indonesia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa selain pembangunan infrastruktur dan digitalisasi, aspek peningkatan kualitas guru harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, guru merupakan ujung tombak keberhasilan transformasi pendidikan nasional.
“Upgrade kualitas guru itu wajib, mulai dari peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, hingga metode pembelajaran yang inovatif. Tidak kalah penting, kesejahteraan guru juga harus diperhatikan agar mereka dapat bekerja secara optimal dan profesional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Logis 08 menilai bahwa digitalisasi pendidikan hanya akan berhasil jika didukung oleh kesiapan tenaga pendidik yang mumpuni. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan dan program pengembangan kapasitas guru dinilai menjadi kunci keberhasilan reformasi tersebut.
Logis 08 pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal implementasi reformasi pendidikan agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi kemajuan Indonesia ke depan. (**)























