Indonesia- AS Lakukan Penandatanganan 11 Nota Kesepahaman, Bahlil: Senilai USD38,4 miliar

0
FOTO: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga ketua harian dewan energi nasional (DEN), Bahlil Lahadalia. (Seskab)
FOTO: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga ketua harian dewan energi nasional (DEN), Bahlil Lahadalia. (Seskab)

LEGIONNEWS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga ketua harian dewan energi nasional (DEN), Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Amerika Serikat mencapai sejumlah komitmen strategis di bidang energi dan mineral kritis yang difinalisasi dalam pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump di Washington DC.

Bahlil menjelaskan bahwa, Kesepakatan ini tertuang dalam Reciprocal Trade Agreement (RTA) dengan nilai indikatif sektor energi sekitar USD15 miliar sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional dan perluasan akses pasar Indonesia.

Kata Ketua harian dewan energi nasional itu di akun media sosialnya menyampaikan, Komitmen tersebut mencakup peningkatan pembelian LPG sebesar USD3,5 miliar, minyak mentah sebesar USD4,5 miliar, serta produk BBM olahan sekitar USD7 miliar dan komoditas energi lainnya sesuai kebutuhan domestik.

Advertisement

“Saya tegaskan, langkah ini bukan untuk menambah volume impor, melainkan menggeser sebagian sumber pasokan dari beberapa negara agar neraca impor tetap stabil dan lebih strategis.” tulis Menteri ESDM itu dikutip Sabtu (21/2/2026)

“Kami juga mempercepat implementasi mandatori bioetanol melalui penerapan E5 dan E10 secara bertahap guna memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi sekaligus membuka peluang usaha baru di dalam negeri.” tutur Bahlil dalam unggahannya.

Bahlil mengatakan dirinya mendampingi Presiden Prabowo pada sesi roundtable Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu, 18 Februari 2026.

Kata Menteri Bahlil, Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa kemitraan Indonesia–Amerika Serikat memiliki arti strategis bagi dunia usaha dan stabilitas global. “Beliau menyampaikan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.” katanya.

Pada forum ini juga dilakukan penandatanganan 11 nota kesepahaman senilai USD38,4 miliar yang mencakup sektor mineral kritis dan hilirisasi, energi dan migas, agribisnis, tekstil dan kapas, furnitur dan produk kayu, serta pengembangan semikonduktor dan teknologi. (*)

Advertisement