Nelayan Situbondo Tewas Tersambar Petir Saat akan Melaut

0

LEGIONNEWS.COM|SITUBONDO, – MLA (inisial), seorang nelayan berusia 23 tahun, warga Dusun Dhaja Gudang, RT.02/RW.01, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, meninggal dunia akibat diduga tersambar petir saat akan melaut di sekitar Pantai Brige’en, di lokasi dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Peleyan, pada Jum’at (06/02/2026) malam.

Berdasarkan keterangan saksi, Santoso (45 tahun) dan Wafed (35 tahun) yang merupakan pemilik kapal KM. Mutiara, menyatakan bahwa sekitar pukul 19.15 WIB, korban bersama sembilan anak buah kapal lainnya bersiap melaut setelah salat Isya’.

Saat itu, mesin kapal berukuran 3×8 meter tersebut tidak dapat dihidupkan, padahal cuaca sudah mendung dengan hujan disertai angin.

Advertisement

MLA, Santoso, dan Wafed saat itu sedang memperbaiki mesin kapal ketika tiba-tiba terjadi kilat dan suara keras menghempas ketiganya.

MLA dinyatakan meninggal dunia oleh petugas Puskesmas Panarukan, diperkirakan saat dalam perjalanan untuk mendapatkan pertolongan pertama menggunakan kendaraan milik H. Hadi Prayitno (Cak Nono Omplong).

Sementara Santoso mengalami trauma setelah alat penerangan di kepalanya terlepas, sedangkan Wafed mengalami luka bakar di kedua tangan dan saat ini masih dalam kondisi trauma berat.

MLA merupakan anak tunggal, ibunya telah meninggal dunia dan ayahnya tinggal di wilayah Suboh, Situbondo. Prosesi pemakaman, direncanakan akan dilaksanakan pada hari Sabtu (07/02/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Tim gabungan dari Polsek Panarukan dan Koramil Panarukan, diketahui telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, mendokumentasikan, serta wawancara dengan saksi dan keluarga.

Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan akan membuat surat pernyataan terkait hal tersebut.

Pelaporan awal telah disampaikan Kapolsek Panarukan, AKP Harsono, S.H., kepada Kapolres Situbondo dengan tembusan kepada pejabat terkait di Polres Situbondo.

Pewarta: Agung Ch

 

 

Advertisement