Kecewa Tidak Ditemui Saat Aksi, APPM Akan Gereduk Rujab Bupati Lutra Soal Tragedi Ibu Hamil di Seko

FOTO: Aksi yang di gelar ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Luwu Utara (APPM Lutra) di depan Gedung DPRD kabupaten Luwu Utara pada Rabu (29/03)
FOTO: Aksi yang di gelar ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Luwu Utara (APPM Lutra) di depan Gedung DPRD kabupaten Luwu Utara pada Rabu (29/03)
Advertisement

LEGIONNEWS.COM – LUWU UTARA, Aksi yang di gelar ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Luwu Utara (APPM Lutra) di depan Gedung DPRD kabupaten Luwu Utara pada Rabu (29/03) berakhir kekecewaan terhadap pendemo.

Pasalnya, masa aksi yang terdiri dari organisasi eksternal mahasiswa dan organisasi daerah asal Luwu Utara diantaranya dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kita Palopo, Ikatan Pemuda Mahasiswa Seko (IPMS), Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia (HMRI), Ikatan Pelajar Mahasiswa Rampi (IPMR) dan Himpunan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara (HIKMA LUTRA) tidak ditemui oleh Bupati Luwu Utara dan Kepala Dinas Kesehatan Luwu Utara.

Sigit Nugroho, Jendral lapangan mengatakan kekecewaannya bersama rekan-rekan massa aksi pasc tarik diri dari ruang aspirasi DPRD Luwu Utara di karenakan tak ada Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan yang hadir saat penyampaian aspirasi di laksanakan.

“Kami sangat kecewa terhadap pemimpin kami Bupati Luwu Utara dan Kepala Dinas kesehatan yang tak ingin menemui kami, disaat kepercayaan dirinya menyalahkan warga yang telah meninggal dunia bersama anak bayinya pasca di tandu 17 jam, dalam klarifikasinya justru malah mengindari kami,” kata Aktivis LMND Palopo ini, Kamis (30/03).

Advertisement

Wakil Jendral lapangan, Aldi Nastor, menambahkan rasa kekecewaannya dalam muatan orasinya yang dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya betul-betul kecewa terhadap Bupati Indah Putri Indriani.

“Disaat kami ingin berdialog mengenai problem yang di hadapi masyarakat Luwu Utara justru pemimpin kami enggan untuk menemui kami, padahal kami datang membawa suara tangis dari warga pasca tragedi meninggalnya saudari kami pasca di tandu 17 jam,” tegas Aldi pemuda asli Seko ini.

Dalam aksi yang di gelar di depan DPRD kabupaten Luwu Utara, terjadi insiden saling dorong antar massa Aksi dan aparat keamanan akibat massa aksi yang mereka kecewa.

Aldi memastikan, pihaknya akan kembali mengelar aksi untuk kedua kalinya di Kantor Bupati Luwu Utara dan atau di Rumah Jabatan Bupati Luwu Utara.

“Aksi ini tidak akan berhenti dsini, kami akan mengelar Konsolidasi untuk masa aksi yang lebih besar, titik aksinya di Kantor Bupati atau sekalian di Rujab Bupati Indah, biar pemimpin kita lebih mendengar jeritan masyarakatnya,” beber Aldi.

Dalam aksi APPM tersebut, mengangkat beberapa isu tuntutan, yakni :

1. Meminta penambahan fasilitas kesehatan di daerah terpencil

2. Mendesak pemerintah Luwu Utara agar mengadakan RS Tipe D di kec. Seko

3. Copot kadis kesehatan Luwu Utara

4. Memperjelas progres pembangunan infrastruktur jalan Seko – Rampi

5. Pengadaan ambulance udara

6. Penambahan puskesmas di kecamatan Seko

7. Mendesak pemerintah Luwu Utara menyelesaikan pembangunan sekolah di kec. Seko

8. Mendesak pemerinta daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir

9. Pengadaan rambu lalulintas Sabbang – Seko. 

(rls\*)

Advertisement