Orkestrasi Politik Kelompok Solo Dilingkaran Prabowo Subianto
Oleh: Sekjen Ikatan Aktivis 98
Rhuqby Adeana S
OPINI – Orkestrasi politik solo yang ingin terus melanggengkan kekuasaan ternyata berhasil dan banyak menghabiskan energi Presiden Prabowo Subianto. Penetrasi infiltrasi dari awal kekuasaan Presiden Prabowo terus disajikan dengan cantik dan indah oleh designer konsultan politik solo. Kekuasaan 10 tahun kelompok politik solo ternyata berhasil menanamkan regenerasi loyalis mulai dari birokrasi, tokoh politik, kepala daerah, kelompok aktivis, Kelompok relawan sampai kedalam internal tni/polri, serta menciptakan mesin partai politik PSI.
Berbagai macam manuver orkestrasi disajikan oleh designer dan konsultan politik solo patut diduga mulai dari opini ijazah palsu mantan presiden jokowi yang tak kunjung usai, cipta kondisi rekayasa sosial kerusuhan massa ditahun 2025, naik turunnya fluktuasi ekonomi, dan yang terbaru adalah operasi senyap penggiringan opini soal ijazah mas wapres gibran rakabuming raka sampai ke Mahkamah Konstitusi.
Semua strategi politik, ekonomi sosial yang diciptakan saat ini cukup berhasil untuk menghabiskan energi Presiden Prabowo hingga program Asta Cita tidak bisa berjalan. Sampai saat ini pun memasuki 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo beberapa anasir indikasi kekuatan politik kelompok solo masih bercokol didalam pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Ikatan Aktivis 98 melihat kondisi politik seperti ini parah tidak bisa dibiarkan berlarut larut. Matahari kembar politik dalam kekuasaan hanya akan berdampak pada rakyat. Presiden harus tegas segera membersihkan anasir anasir orkestrasi kelompok solo dari kekuasaan agar tidak ada bargaining sandera politik yang akan merugikan kepentingan rakyat Indonesia secara sosial ekonomi. Presiden Prabowo harus tegas dan segera memetakan mana saja tokoh politik orkestrasi kelompok solo yang masih ada di lingkaran Istana.
Presiden harus segera melakukan Reshuffle Kabinet ke – 9 agar memasuki 2 tahun pemerintahan Prabowo dapat berjalan dengan baik. Point penting pemulihan ekonomi, penyelesain karhutla, penyelesaian pasca bencana didaerah dan stabilitas politik ditingkat pusat dan daerah, serta penyelesaian konflik bersenjata di papua. Politik keamanan akan dapat menumbuhkan kepercayaan iklim investasi yang baik hingga program Asta Cita dapat termanivestasikan dengan baik dan benar ditiga tahun terakhir Pemerintahan Prabowo Subianto Kabinet Merah Putih. (**)

























