TPNPB Sandera dan Intimidasi Kepala Kampung di Pedalaman, Netizen ini Tujuan Pendukung OPM Tarik TNI/Polri di Papua

0
FOTO: Hasil tangkapan layar dari video viral yang diunggah akun tiktok @khan kondisi kepala kampung di pedalaman Papua yang mengalami intimidasi dari kelompok TPNPB-OPM.
FOTO: Hasil tangkapan layar dari video viral yang diunggah akun tiktok @khan kondisi kepala kampung di pedalaman Papua yang mengalami intimidasi dari kelompok TPNPB-OPM.

LEGIONNEWS.COM – PAPUA, Sebuah video diunggah akun tiktok @khan menunjukkan kondisi para tokoh masyarakat di pedalaman Papua yang mengalami intimidasi oleh TPNPB-OPM.

Dalam video itu nampak 3 orang pria diduga kepala kampung sedang berada di dalam kubangan air dikepung oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisa Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Salah satu dari perwakilan itu berdiri tanpa menggunakan baju ia menjelaskan kepada kelompok teroris itu bahwa, Dia bersama warga kampung tidak bisa ke pasar akibat kondisi sering terjadinya tembak menembak.

Advertisement

Akibatnya, Kata dia bantuan beras tidak diterima masyarakat.

“Ke pasar tidak bisa kondisi terus tembak menembak di jalan raya umum itu bantuan beras harus turun,” ujar salah satu kepala kampung kepada kelompok TPNPB-OPM.

Ia menjelaskan, Dua saudaranya telah meninggal akibat tembak menembak. Dirinya pun mengaku siap mati.

“Kaka saya sudah naik mati dua baku tembak juga itukan saya siap,” tegas pria yang diduga kepala kampung itu.

Ia menjelaskan ke kelompok OPM bahwa tujuan dirinya mengizinkan pesawat mendarat di distriknya (Kecamatan) agar bantuan pangan dan pembangunan harus tetap berjalan.

“Tujuan saya menurunkan pesawat itu bebas bantuan harus turun pembangunan harus jalan,” tuturnya.

Ia lalu menanyakan ke kelompok TPNPB-OPM. Apakah mereka siap atau belum.

“Tapi anda siap atau belum, Terimakasih atas penyampaian saya,” ucap kepala kampung.

Namun dari video itu, Belum diketahui keadaan ketiganya, Apakh telah dieksekusi oleh kelompok OPM atau tidak.

Belum ada penjelasan resmi pihak pemerintah setempat dan aparat keamanan.

Akun Khan menyebutkan dalam unggahannya ini merupakan intimidasi OPM terhadap warga pedalaman. Papua masih terus terjadi.

Warga yang tinggal jauh dari pos TNI adalah yang paling rentan. Mereka didatangi, ditekan secara psikologis, dan dipaksa tunduk.

Faktanya, warga sering tidak punya pilihan. Untuk bisa dapat bantuan logistik dan rasa aman, mereka terpaksa mengikuti kemauan OPM.

Yang menolak, disiksa. Pola ini terus berulang. Di wilayah yang tidak terjangkau TNI-Polri, OPM leluasa melakukan indoktrinasi.

Jadi wajar jika kita bertanya: untuk kepentingan siapa sebenarnya tuntutan penarikan militer dari Papua itu disuarakan?

“Jawabannya jelas, untuk memuluskan ruang gerak mereka menguasai warga. Ini adalah dilema nyata yang dihadapi saudara-saudara kita di Papua.” *** tutup unggahan akun tiktok @khan. (LN)

Advertisement