
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto akan segera menggelar Musyawarah Nasional (Munas).
Munas KKT akan digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan direncanakan pada bulan Juli 2026 mendatang.
Rapat persiapan Munas dilaksanakan di hotel Jolin, Jalan Pengayoman, Panakukang. Kamis (2/4/2026).
Ketua Panitia Munas PP KKT, Kahar Sijaya, mengatakan sebelum pelaksanaan musyawarah nasional pihaknya mengagendakan seminar nasional.
Seminar nasional akan menghadirkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertahanan Syafri Syamsuddin.
“Seminar nasional akan kita gelar sebelum gelaran Munas. Rencana dalam seminar nanti panitia mengundang 2 menteri asal Sulsel,” ujar Kahar Sijaya, Kamis (2/4/2026).
“Untuk pelaksanaan Munas direncanakan di bulan Juli 2026 mendatang,” ungkapnya.
Dalam rapat persiapan Munas PP KKT Jeneponto, Nampak hadir Ketua Umum, Dr H. Alimuddin dan sejumlah pengurus pusat.
Ketua umum PP KKT Jeneponto Dr. H. Alimuddin dalam arahannya mengatakan rapat pengurus ini selain untuk ajang silaturahmi pasca lebaran idul fitri, juga dimaksudkan membahas persiapan pelaksanaan musyawarah nasional sebagai agenda lima tahunan organisasi paguyuban warga Jeneponto tersebut.
“Rapat pengurus ini selain sebagai ajang silaturahmi sesama pengurus pasca lebaran idul fitri, juga sebagai tindak lanjut atas terbentuknya panitia munas,” ucap anggota DPRD Sulawesi Selatan itu.
Dr. Alimuddin menekankan bahwa pelaksanaan munas dapat berjalan lebih demokratis.
“Tugasnya panitia menyelenggarakan secara teknis, tugasnya SC menyiapkan materinya, supaya pelaksanaan munas bisa terjaga netralitasnya” ucapnya.
Senada disampaikan Ketua dewan pembinaan KKT Prof. Bahaking Rama yang hadir dalam rapat tersebut memberikan arahan terkait pentingnya pelaksanaan munas dikemas dengan sangat tertib dan teratur supaya dapat terselenggara lebih ramai dari pelaksanaan munas sebelumnya.
“Jauh-jauh hari panitia dan SC harus bekerja lebih tertib, mengupayakan menghadirkan warga Jeneponto lebih meriah lagi. Sehingga, penting untuk dipublikasikan secara massif di berbagai tempat, termasuk menyampaikan agenda munas kepada pengurus wilayah dan daerah di seluruh Indonesia” tegas guru besar UIN Alauddin Makassar itu. (LN)























