Militer Israel Klaim 1.900 Tentara dan Komandan Iran Tewas dalam Sejumlah Serangan

0
FOTO: Kondisi kota di negara Republik IsIam Iran usai dibombardir Israel. (Dok. China Xinhua news)
FOTO: Kondisi kota di negara Republik IsIam Iran usai dibombardir Israel. (Dok. China Xinhua news)

LEGIONNEWS.COM – Militer Israel telah menewaskan sekitar 1.900 tentara dan komandan Iran sejak dimulainya konflik, demikian disampaikan juru bicara militer Israel, Effie Defrin, pada Senin (9/3), seraya menambahkan bahwa Israel tidak menutup kemungkinan menargetkan pemimpin tertinggi Iran yang baru diumumkan.

Saat berbicara dalam sebuah konferensi pers, Defrin juga mengonfirmasi bahwa satu orang lagi tewas pada Senin pagi dalam serangan rudal Iran di Israel, sehingga jumlah korban tewas akibat serangan Iran di negara itu bertambah menjadi 12 warga sipil, selain dua tentara yang tewas dalam pertempuran dengan militan Hizbullah di Lebanon.

Menurut Kementerian Kesehatan Israel, total 2.238 orang di Israel telah dievakuasi ke rumah sakit sejak dimulainya serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, dengan 91 orang di antaranya masih dirawat di rumah sakit.

Advertisement

Defrin mengatakan bahwa angkatan udara terus melanjutkan serangannya pada Senin dengan serangan di Teheran, Isfahan, dan Iran selatan.

Sejak dimulainya serangan AS-Israel pada 28 Februari, pesawat tempur Israel telah menyerang enam pangkalan udara militer di Iran dan menargetkan armada pesawat transportasi Pasukan Quds (Quds Force), menghancurkan 16 pesawat kargo yang, menurut Defrin, digunakan untuk mengangkut senjata dan uang kepada sekutu Iran di kawasan tersebut.

Serangan udara Israel juga terus berlanjut di Beirut, di mana menurut Defrin, mereka menargetkan 35 gedung pencakar langit yang digunakan oleh Hizbullah. Lebih dari 700 lokasi Hizbullah telah diserang di Lebanon, katanya.

Dia mengatakan serangan Israel akan terus berlanjut “selama diperlukan.”

Ketika ditanya apakah Israel berencana menargetkan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang pengangkatannya diumumkan pada Minggu (8/3), Defrin menuturkan: “Siapa pun yang menimbulkan ancaman akan disasar.” (*)

Advertisement