LEGIONNEWS.COM – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Senin (9/3) mengatakan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa setiap pelanggaran terhadap wilayah udara Turkiye “tidak dapat ditoleransi”.
Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut dalam pembicaraan via telepon atas permintaan Iran.
Sebelumnya pada Senin, Kementerian Pertahanan Turkiye mengatakan sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat di langit Provinsi Gaziantep, Turkiye tenggara, oleh aset pertahanan rudal dan NATO yang dikerahkan di Mediterania Timur, tanpa ada laporan jatuhnya korban.
Turkiye “terdampak secara negatif oleh konflik di mana Turkiye tidak terlibat,” kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa negaranya akan “terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengatasi hal ini.”
Dalam pembicaraan via telepon tersebut, Pezeshkian mengatakan bahwa rudal yang memasuki wilayah udara Turkiye “bukan berasal dari Iran” dan bahwa Iran akan melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
Erdogan menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa, terutama anak-anak yang tewas dalam serangan bom di sebuah sekolah putri di Iran selatan, dan kembali mengungkapkan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Dia menyatakan harapan bahwa pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai pengganti Ali akan berkontribusi terhadap perdamaian di kawasan tersebut.
Pembicaraan via telepon tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, yang dibalas Iran dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan aset-aset AS di seantero Timur Tengah. (*)

























