
BULUKUMBA||Leguon-news.com Pemerintah kabupaten Bulukumba melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) pengendalian bajir terus mengurai aliran genangan dan banjir di beberapa wilayah di kabupaten Bulukumba.
Tim Satgas pengendalian bajir telah membuka akses aliran air di jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulukumba
Salah satu warga di jalan Kusuma Bangsa , H. Mustari Murni mengatakan, “Kami sangat dibantu atas kegiatan pengalian pembuatan saluran air didepan rumah kami,” ucapnya
“Ini sangat membantu kami warga tidak ada warga keberatan atas galian saluran air, justru ini sangat membantu warga disini kata,” Haji Mustari.
“Malah saya dan warga disini merasa bersyukur sudah tidak banjir lagi”
Sudah 27 tahun saya tinggal di jalan Kusuma Bangsa, era Andi Utta (sebutan lain bupati Bulukumba,red) baru ada penggalian saluran air. “Alhamdulillah sudah tidak banjir lagi didepan rumah.
Sudah beberapa kali pergantian Bupati baru kali ini, Ada Bupati yang bisa pikirkan banjir, Mustari mengisahkan
Waktu Rabu dini hari (19/5) lalu. Dari dalam rumah saya mengintip keluar melihat Bupati sedang bersama Tim Satgas nya memeriksa aliran air deras yang datang dari arah atas jalan poros Lajae yang masuk ke jalan raya Kusuma Bangsa ucap Haji Mustari warga Kelurahan Caile, Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Jumat, (21/5/2021). Saat ditemui awak media.
Besok hari nya saya lihat alat berat sudah mulai mengali dan membuka akses baru saluran air didepan tempat tinggal saya, tutur Mustari
Setelah akses saluran air digali saya bersama warga sepanjang jalan Kusuma Bangsa membangun saluran drainase Swadaya murni warga disini, “Lama sebenarnya kami ingin membuat saluran air tapi takut melanggar, karena Pemkab yang membuka akses air kami bantu pemerintah kabupaten membangun saluran air dengan biaya sendiri,” ucap Mustari
“Saran saya ke pak bupati kalau nantinya dibuat penutup saluran jangan ada gardu jualan agar kota indah dan tertata rapi harap,” haji Mustari.
Daerah ini tadinya sering terjadi banjir sudah aman tidak banjir lagi, persoalan sekarang banjir berada di belakang Kodim sampai pappae, mungkin sebaiknya dibuatkan kanal. “Aliran air yang dari Kusumah bangsa mengalir ke drainase di ela-ela. Tapi drainase disitu kecil penuh sampah dan sedimen sehingga terjadi pengumpulan air menyebabkan luapan air di belakang Kodim XIV/11 Bulukumba
Warga harapkan ada jalan lingkar dari Caile sampai Pappae efek ekonomi nya akan nampak banyak terdapat lahan tidur disana.
“Saya hibahkan tanah saya untuk akses jalan lingkar dan dibuat kanal untuk akses air keluar kelaut air dari jalan Kusumah yang tertahan di Ela-ela sekitar Cekkeng,” tegas Haji Mustari
Itu saluran air nya kecil dan tertumpuk sedimen dan sampah sehingga terjadi penumpukan air di jalan Kusuma Bangsa, tutup Haji Mustari. (Let)
























