LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Wakil Sekertaris Jenderal (Wakasekjen) DPP KNPI Syamsul Bahri Majjaga, SH yang juga praktisi hukum di Sulawesi Selatan selatan menyayangkan raibnya tiket perjalan dengan menggunakan kapal laut mines 14 hari jelang perayaan hari raya idul Fitri 1444 hijriah atau 2023 Masehi.
Sejumlah mahasiswa di kota Makassar yang hendak melakukan mudik ke bagian timur Indonesia seperti asal Bima (NTT), Kupang (NTT), Ambon (Maluku) dan Baubau (Sulawesi Tenggara).
Mereka para mahasiswa itu mengalami kesulitan mendapatkan tiket kapal laut. Yang menurutnya raibnya tiket kapal itu adanya permainan dugaan mafia tiket oleh salah satu agen travel terbesar di kota Makassar.
“Kami tadi ke loket pembelian tiket di PT. Pelni, Jalan Sawerigading, namun disana tiket sudah ludes terjual,” kesal Ridwan aktivis mahasiswa asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTT). Jumat (7/4/2023)
“Ini kami duga ada mafia tiket. Tadi mereka di loket katakan ke travel Agus di jalan Nusantara dekat pelabuhan, ini kan jadi pertanyaan jangan-jangan raibnya tiket diborong habis oleh travel itu jelang lebaran,” katanya.
Raibnya tiket perjalanan itu menjadi perhatian Waketum DPP KNPI. Dia menilai pihak kepolisian harus masuk mengusut terjadi raib nya tiket kapal.
“Kepolisian harus masuk. Ini patut diduga ada mafia tiket di PT. Pelni. Kok bisa tiket di perusahaan plat merah itu kehabisan tiket, ini juga jadi pertanyaan, jangan sampai apa yang dialami adik-adik mahasiswa yang berasal dari provinsi bagian timur Indonesia,” kata Zul Majjaga sapaan akrab Wakasekjen DPP KNPI ini.
“Wajib aparat kepolisian wajib masuk ini bentuk aduan masyarakat saat hendak bersilahturahmi ke kampung halaman tapi kenyataanya tiket ludes dengan diborong oleh salah satu travel yang diduga oleh adik-adik mahasiswa itu,” katanya. (LN)

























