Sukardi Weda: Nol Suara di Pilrek Unhas, namun Luas Pengalaman dan Wawasan

0
FOTO: Tiga calon Rektor Unhas dari kiri Prof. Dr. Sukardi Weda, SS., M.Hum., M.Pd., M.Si., MM., M.Sos.I, MA.Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dan Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.MedEd, (istimewa)
FOTO: Tiga calon Rektor Unhas dari kiri Prof. Dr. Sukardi Weda, SS., M.Hum., M.Pd., M.Si., MM., M.Sos.I, MA.Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dan Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.MedEd, (istimewa)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) baru saja digelar di Kampus Unhas Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026 dengan tertib dan aman serta telah melahirkan nakhoda baru Unhas.

Untuk diketahui, para memilik suara dalam Pilrek Unhas tersebut adalah dari Unsur perwakilan masyarakat dalam struktur Majelis Wali Amanat (MWA) penting berperan dalam penetapan kebijakan, pengawasan, serta pengembangan universitas.

Sosok perwakilan masyarakat tersebut adalah Tony Wenas, Prof Dr Sangkot Marzuki, dan Arsjad Rasjid. Unsur Ex-Officio sebanyak 4 orang, yaitu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas, Andi Amran Sulaiman. Unsur Perwakilan Dosen sebanyak delapan orang. Ada Prof Alimuddin Unde, yang juga Ketua MWA Unhas, Prof Andi Niartiningsih, Prof Andi Zulkifli, Prof Asmuddin Natsir. Prof Dwia Aries Tina, Prof Hasanuddin, Prof Kartini, dan Prof Arsyad Thaha.

Kemudian Unsur Perwakilan Tenaga Kependidikan sebanyak dua orang, yakni Fadly Rivai dan Jumiaty Nurung.

Prof Jamaluddin Jompa atau Prof JJ dengan raihan 24 suara dan Prof Budu dengan raihan 1 suara dan menempatkan Prof JJ sebagai rektor Unhas Periode 2026-2030.

Calon lainnya, Prof Sukardi Weda, tak meraih satupun suara alias nol suara. Bagi Prof Sukardi Weda, masuk di putaran kedua atau mengikuti pemilihan di tingkat Majelis Wali Amanat (MWA) adalah prestasi tersendiri.

Bagi Prof Sukardi Weda, mengikuti prosesi Pilrek Unhas, mulai dari proses penjaringan dan penyaringan hingga pemilihan dan penentuan rektor Unhas adalah kebanggaan tersendiri.

Betapa tidak, mulai dari proses pendaftaran, Medical Check Up (MCU), Assessment Psikologi dari pagi hingga malam hari, sosialisasi di lima zona, penjaringan di tingkat Senat Akademik, hingga pemilihan di tingkat MWA memberikan pengalaman tersendiri bagi Sukardi Weda.

Sukardi Weda juga menganggap bahwa baginya Pilrek Unhas adalah ajang silaturahim karena dapat bertemu, berkomunikasi, bercengkerama ria dengan orang-orang yang ia kenal sebelumnya dan orang-orang yang baru dikenalnya, menjadi hangat selama prosesi Pilrek Unhas berlangsung selam sekira enam bulan.

Sukardi Weda berharap kepada rektor baru Unhas supaya program kerja yang tertuang dalam kertas kerjanya dapat diimplementasikan untuk menjadikan Unhas sebagai Perguruan Tinggi dengan reputasi Unggul dan berdaya saing global. (LN)

Advertisement