LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Jelang Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan, dinamika internal partai mulai menghangat.
Salah satu isu utama yang mencuat adalah pentingnya stabilitas organisasi dan keberlanjutan kepemimpinan di tubuh PKB Sulawesi Selatan (Sulsel).
Selama bertahun-tahun sejak awal berdirinya, PKB di Sulawesi Selatan menghadapi tantangan berat dalam perolehan suara dan kursi legislatif. Pada pemilu 1999 hingga 2014, performa PKB di banyak daerah masih jauh dari yang diharapkan, bahkan ada wilayah yang tidak memiliki perwakilan sama sekali.
Arah baru PKB Sulsel mulai terlihat jelas ketika Dr. H. Azhar Arsyad, SH., MH. dipercaya memimpin partai pada tahun 2013. Ia melakukan pembenahan besar-besaran, mulai dari konsolidasi struktur hingga penguatan jaringan kader di kabupaten/kota.
Perubahan tersebut berbuah hasil konkret pada Pemilu 2024. PKB berhasil meraih 8 kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan menempatkan diri sebagai salah satu unsur pimpinan. Lonjakan elektoral ini dianggap sebagai capaian strategis yang tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Azhar Arsyad.
Sejumlah kader dan pengurus daerah menilai bahwa kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor kunci menjaga momentum positif ini.
Mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor, Kota Makassar, Drs Makmur Idrus menilai dengan dukungan sejumlah kader pengurus daerah PKB menunjukkan dukungan penuh agar Azhar Arsyad kembali menahkodai PKB Sulsel untuk periode 2025–2038.
“Mereka mendorong agar Azhar Arsyad kembali menahkodai PKB Sulsel untuk periode 2025–2038, dengan alasan konsolidasi telah berjalan efektif dan stabilitas partai harus dijaga,” ujar Makmur Idrus kepada media Senin (8/12).
“Dorongan untuk melanjutkan kepemimpinan ini juga muncul sebagai upaya memastikan PKB Sulsel tetap berada pada jalur pertumbuhan politik yang konsisten, terutama menjelang agenda besar elektoral ke depan,” jelas Makmur. (*)

























