Sejarah Polisi Wanita di Indonesia, ini 6 Polwan Pertama

FOTO: Polwan dilatar belakangi dengan suasana Agresi Militer Belanda 2 tahun 1948. (Properti via Facebook)
FOTO: Polwan dilatar belakangi dengan suasana Agresi Militer Belanda 2 tahun 1948. (Properti via Facebook)

LEGIONNEWS COM – Sejarah terbentuknya Polisi Wanita atau Polwan dilatar belakangi dengan suasana Agresi Militer Belanda 2 tahun 1948.

Jawatan Kepolisian Negara Pemerintah Darurat Republik Indonesia yang pada saat itu bermarkas di Bukittinggi mengalami kesulitan dengan adanya pengungsi yang datang dari luar wilayah Indonesia.

Petugas Polisi tidak bisa memeriksa para pengungsi wanita yang menolak diperiksa secara fisik dengan dalih etika dan kesopanan.
Menghadapi keadaan tersebut, terpaksa para petugas kepolisian melibatkan istrinya untuk membantu memeriksa para pengungsi wanita.

Akhirnya Jawatan Kepolisian Negara Bukittinggi meminta ijin kepada Jawatan Kepolisian Negara yang bermarkas di Yogyakarta untuk menyelenggarakan pendidikan polisi wanita.

Advertisement

Pada tanggal 1 September 1948 secara resmi disertakan 6 (enam) siswa wanita untuk ikut serta dalam pendidikan inspektur polisi bersama dengan 44 siswa laki-laki di SPN Bukittinggi.

Ke 6 wanita tersebut adalah:

1. Mariana Saanin
2. Nelly Pauna
3. Rosmalina Loekman
4. Dahniar Sukotjo
5. Djasmainar
6. Rosnalia Taher

Semenjak itu tanggal 1 September diperingati sebagai Hari Polisi Wanita. (*)

Advertisement