LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) di kota Makassar berhasil menghalau mahasiswa pro separatis papua merdeka di depan monumen mandala Trikora di Jalan Jenderal Soedirman, Jumat (19/12).
Sejumlah mahasiswa asal papua yang berhimpun di Forum Solidaritas Mahasiswa dan Pelajar Peduli Rakyat Papua (FSM-PRP) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Aksi FSM-PRP itu peringatan 19 Desember 1961 operasi Trikora.
Salah satu Ketua Ormas yaitu Brigade Muslim Indonesia (BMI) saat di konfirmasi mengatakan sejumlah ormas berhasil dihadang saat berkeinginan mengelar di monumen Mandala.
“Mereka ini (FSM-PRP) itu akan menjadikan monumen mandala sebagai pusat aksi. Dan tentunya bila telah berada di monumen bersejarah perebutan Irian barat dipastikan kelompok itu akan mengibarkan bendera bintang kejora,” ujar Ketua Umum BMI, Muhammad Zulkifli saat dihubungi Jumat malam (19/12).
“Sebelum mereka berada di monumen mandala, Sejumlah Ormas sudah berada di wilayah itu untuk menghalau kelompok mahasiswa pendukung separatis papua,” tutur Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan tidak ada halangan dan larangan bagi aktivis mahasiswa siswa asal papua menggelar aksi unjuk rasa selama aksi itu menuntut hak ekonomi, pendidikan dan hak membangun sumber daya manusia papua.
“19 Desember ini merupakan hari bela negara. Maka hak para pengurus dan kader organisasi masyarakat di Sulsel untuk turun mempertahankan NKRI,” katanya.
Dari pantauan awak media di sekitar jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar sempat terjadi insiden.
Sejumlah mahasiswa asal papua melempar aparat kepolisian dengan benda keras. Namun dari peristiwa itu tidak terjadinya korban jiwa diantara kedua belah pihak. (LN)
























