LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Markas Daerah Pemuda Panca Marga (PPM) Sulawesi Selatan mendukung langkah DPR dan Pemerintah Republik Indonesia dalam Pengesahan Undang-Undang (UU) Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Hal itu disampaikan langsung wakil ketua PPM markas daerah Sulawesi Selatan, Prof Arifuddin Mannan.
Dikatakannya tantangan besar akan dihadapi bangsa Indonesia kedepan ditengah gencarnya arus informasi. Hal itu akan berdampak keutuhan negara kesatuan republik indonesia (NKRI).
“Arus informasi begitu tak terbatas saat ini, terutama melalui berbagai platform media sosial (Medsos). Salah satu yang kita ambil contoh adalah kelompok separatis di Papua manfaat medsos menyampaikan informasi negatif terhadap pemerintahan Indonesia dan TNI Polri yang bertugas menjaga Kamtibmas di wilayah papua,” ujar Wakil Ketua PPM Sulawesi Selatan (Sulsel) ini kepada media, Minggu (6/4/2025).
“Coba kita lihat pernyataan juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom di media sosial yang mengajak para pelajar di tana papua menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) presiden Prabowo, yang kata Jubir OPM itu mengandung racun dan dapat memusnahkan generasi papua, Informasi hoaks itu tersebar luas dikalangan pelajar SMP dan SMA di wilayah pengunungan Papua, Dan akhirnya mereka para pelajar itu menggelar aksi unjuk rasa menolak program MBG di Wamena,” tutur Prof Arifuddin yang juga guru besar di Universitas Hasanuddin Makassar itu.
Kata Wakil Ketua Pemuda Panca Marga Sulsel ini. Masuknya TNI dalam operasi di dunia maya (siber) sangat diperlukan.
“Masuknya TNI di dunia siber perlu didukung. Seperti contoh tadi kabar hoaks yang disampaikan oleh Jubir OPM soal MBG, Hal seperti yang perlu ditangkal oleh TNI diluar perang nyata,” katanya.
Saat ditanya akan dibentuknya angkatan ke 4, Tentara Siber. Kembali guru besar itu mengatakan sangat diperlukan mengingat ancaman dari luar sangat besar.
“Pada prinsipnya saya setujuh akan hal itu. Mengingat ancaman dari luar itu sangat besar, Mereka agen agen asing menyamar menjadi netizen di Indonesia dengan mudahnya memainkan isu isu yang menantang kebijakan pemerintah kita,” imbuh Wakil Ketua PPM Sulsel itu.
Saat ditanya TNI ikut ambil bagian dalam pemberantasan narkotika. Kembali Prof Arifuddin mengatakan hal itu bisa saja dilakukan dalam rangka TNI membantu aparat kepolisian dan badan narkotika nasional (BNN).
“Narkoba inikan sudah sampai ke seluruh pelosok desa dan dusun di Indonesia dibutuhkan sinergitas antara Polri, BNN dan TNI dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Saya pikir itu perlu,” katanya.
Kembali Wakil Ketua PPM Sulsel itu menegaskan, Tujuan DPR dan Pemerintah memasukkan TNI di siber dan pemberantasan narkoba bukan dalam rangka melampaui tugas pokoknya sebagai penjaga kedaulatan negara.
“Saya pikir, baik DPR RI dan Pemerintah memasukkan TNI di siber dan pemberantasan narkoba punya tujuan baik. Apalagi kita punya target 2045 itu menuju Indonesia emas, Untuk menuju kesana generasi kita hari ini harus kita jaga dengan baik, Agar bangsa dan negara ini terus berkemajuan dan tetap dalam satu bingkai negara kesatuan republik indonesia,” kunci Prof Arifuddin Mannan. (LN)