Poles Poles Calon Kepsek di Hotel, Diduga ada Dewas PDAM Makassar Ikut Punya Peran

0
FOTO: Seleksi Calon Kepala Sekolah (foto: ilustrasi)
FOTO: Seleksi Calon Kepala Sekolah (foto: ilustrasi)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Media ramai memberitakan soal proses calon kepala sekolah dasar di kota Makassar.

Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di Kota Makassar tuai sorotan. Pasalnya, BCKS yang digelar di Hotel Max one, Selasa (30/12/2025) lalu hasil disebut sebit hasil dari sumbangan mengumpulkan dana dari para kepala sekolah.

Salah satu media online di Makassar menurunkan pemberitaannya menyebutkan pertemuan berlangsung di kawasan perumahan Puri di Makassar.

Rumah AT disebut sebut jadi tempat pertemuan BCKS. Dalam penelusuran awak media AT diketahui adalah salah satu konsultan politik pasangan MULIA belakang AT terpilih sebagai Dewan Pengawas (PDAM) Makassar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pemberitaan, Salah satu Kepala SMPN di Makassar, definitif yang berinisial HM disebut berperan sebagai pihak yang menghubungi BCKS para kepala sekolah, termasuk salah satu Plt. Kepala SMPN di Makassar, berinisial ARC.

Keduanya tergabung dalam BCKS. Dalam pertemuan tersebut, ARC disebut mendapat tugas untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk keperluan pertemuan di Hotel Max One termasuk biaya konsumsi.

Kini sejumlah peserta yang telah gugur atau bahkan tidak mengikuti tahapan akhir seleksi (tes wawancara) masing punya peluang diangkat kembali.

Pemanggilan itu diduga untuk mempertemukan mereka dengan sejumlah pihak yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Wali Kota Makassar.

Para kepala sekolah tidak memenuhi syarat (tidak lolos), Disebutkan orang dekat Wali Kota Makassar itu mampu mengakomodir BCKS meski telah dinyatakan tidak lolos tahapan seleksi.

“Saya dipanggil, jadi saya datang,” ujar salah satu BCKS SD dikutip dari ujungjari.com, Senin (5/1).

Ia mengakui secara terbuka bahwa dirinya tidak mengikuti tes wawancara, yang merupakan tahapan krusial dalam seleksi BCKS. Namun, ia mengaku heran lantaran tetap mendapat panggilan. “Saya tidak ikut tes wawancara. Saya juga tidak tahu kenapa saya dipanggil ke Hotel Maxone. Katanya masih bisa,” ungkap BCKS SD ini melansir dari ujungjari.com

Lembaga Study Hukum dan Advokasi Rakyat (LASKAR) Sulawesi Selatan, Menilai bila tindakan tersebut benar adanya maka hal itu dapat mencedarai dunia pendidikan.

Bahkan LASKAR Sulsel akan membuka kotak pengaduan kepada para calon kepala sekolah yang merasa dirugikan oleh olah oknum yang disebutkan orang dekat Wali Kota Makassar.

“Tentu Laskar Sulsel akan membuka kotak pengaduan kepada para calon kepala sekolah yang merasa dirugikan oleh oknum yang disebut sebut dalam pemberitaan,” terang Ilyas Maulana, Senin (5/12/2206).

“Dan bila mereka punya bukti kuat adanya praktik gratifikasi segera memberikan informasi nya beserta bukti, Tentu akan kami tindak lanjuti ke Subdit 3 Tidipikor Polda Sulsel, Mereka siap menerima,” tegas Ilyas.

Awak media telah mengkonfirmasi hal tersebut ke Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Makassar, Namun hingga berita ini diterbitkan Achi Soleman, S.STP., M.Si., belum menanggapi pesan dan telpon Whatsapp milik awak media. (Ujungjari/Pandawa/LN)

Advertisement