
LEGIONNEWS.COM – MAROS, Personel Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) terus menunjukkan dedikasinya dalam mendukung Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) korban pesawat ATR 42-500/PK-THT yang hilang di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros/Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026).
Memasuki hari keempat pencarian, kegiatan monitoring dan evaluasi perkembangan operasi dilaksanakan di Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, wilayah Kabupaten Maros, dengan titik koordinat terakhir pesawat berada pada 04°57’08” S – 119°42’54” E, mulai pukul 10.30 hingga 13.00 Wita.
Dalam operasi SAR gabungan tersebut, Korpasgat mengerahkan 65 personel, termasuk unsur Tim SAR Darat, Tim Vertical Rescue, serta Satuan SAR Udara, yang bersinergi dengan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai unsur relawan lain.
Berdasarkan laporan perkembangan pencarian hari keempat, Tim Vertical yang di antaranya diperkuat personel Korpasgat berhasil mencapai sejumlah pos ketinggian meskipun dihadapkan pada cuaca hujan, kabut tebal, jarak pandang terbatas, serta medan terjal dan licin.
Pada pukul 12.05 WITA, Tim Vertical dilaporkan telah tiba di Pos 8, sementara SRU 1/Tim 1 yang berada di puncak Gunung Bulusaraung tetap melaksanakan pencarian dengan kondisi visibilitas hanya sekitar 10 meter.
Selain itu, Korpasgat juga terlibat aktif dalam unsur SAR Udara, melalui 1 Tim Sarpur Korpasgat, yang bersinergi dengan PLLU Lanud Sultan Hasanuddin, serta crew helikopter Caracal dan pesawat Boeing B-737 TNI AU guna mendukung pengamatan udara, evakuasi, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sulawesi Selatan.
Hingga siang hari, dilaporkan satu korban telah berhasil dievakuasi dan berada di Kampung Lampeso, Kecamatan Cendana, Kabupaten Maros. Sementara itu, korban kedua berjenis kelamin perempuan masih berada sekitar 400 meter di area tebing, dan direncanakan akan dievakuasi menuju puncak Gunung Bulusaraung sebelum dibawa melalui jalur darat menuju Posko Tompobulu, apabila kondisi memungkinkan.
Meski dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras, kabut tebal, angin kencang, serta medan licin, seluruh unsur SAR gabungan, khususnya personel Korpasgat, tetap melaksanakan tugas dengan semangat pantang menyerah demi kemanusiaan, keselamatan, dan keberhasilan misi pencarian serta evakuasi korban pesawat ATR 42-500/PK-THT. Penkorpasgat. (*)
























