Pelaku Pembunuh Danramil 1703-04/Aradide Nabire Ditangkap, Dua OPM Dikabarkan Tewas

FOTO: Diduga para anggota OPM pelaku pembunuhan terhadap Lettu Inf Anumerta Oktavianus Sogalrey, Danramil 1703-04/Aradide Nabire. Pada Rabu (10/4/2024) lalu. [Sumber Media Sosial]
FOTO: Diduga para anggota OPM pelaku pembunuhan terhadap Lettu Inf Anumerta Oktavianus Sogalrey, Danramil 1703-04/Aradide Nabire. Pada Rabu (10/4/2024) lalu. [Sumber Media Sosial]
Advertisement

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Beredar luas foto sejumlah orang ditangkap aparat gabungan TNI-Polri diduga pelaku pembunuhan Lettu Inf Anumerta Oktavianus Sogalrey, Danramil 1703-04/Aradide Nabire.

Mereka diantaranya Kris Giban (16), Warga Komplek SMK Nabire, Maste nus Nikson Giban (18) pelajar SMK Swele Sumohai warga Kali Woo, Distrik Silimo, Nabire.

Anius Sigap (29), warga Kali Woo, Distrik Silimo, Nabire, Masih dalam penanganan tim medis.

Osier Giban (19) warga Distrik Suru suru, Pelajar SMAN 1,

Advertisement

Sementara 2 pelaku yang dikabar tewas mereka diantara nya, Afrika Heluka alamat warga Kali Woo, Distrik Silimo, Nabire. Toni Wetapi alias Toni Giban alias Maskrei warga warga Kali Woo, Distrik Silimo, Nabire.

Belum ada penjelasan resmi pihak Kodam XVII/Cendrawasih terkait penangkapan terhadap warga yang diduga pelaku pembunuhan terhadap Danramil 1703-04/Aradide pada Rabu (10/4/2024) lalu.

Sebelumnya, Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Franz Yohannes Purba memastikan bahwa TNI takkan tinggal diam atas kematian Lettu Inf Anumerta Oktavianus Sogalrey.

Jenazah Danramil 1703-04/Aradide tersebut dimakamkan Minggu (14/4/2024) dan TNI memastikan melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan.

Franz Yohannes Purba mengakui bahwa gerombolan OPM sangat keji saat melakukan aksinya terhadap Danramil Aradide. Ini karena korban sudah ditembak namun tetap dianiaya dengan membacok menggunakan senjata tajam tanpa peri kemanusiaan.

“Ini mencoreng dan mencederai upaya perdamaian dan kedamaian serta percepatan pembangunan tanah Papua. Kejadian ini membuat keresahan dan ketidak nyamanan terhadap berbagai masyarakat asli orang Papua maupun masyarakat Pendatang,” ujarnya.

Seperti diketahui, aksi penyerangan dan pembunuhan terhadap Lettu Inf Anumerta Oktavianus Sogalrey terjadi d ijalan Trans Paniai Aradide Kabupaten Paniai Provinsi Papua Tengah. Persitiwa yang terjadi Kamis (11/4/2024) lalu, memberikan duka mendalam bagi seluruh insan TNI.

Aksi brutal OPM tersebut diduga dilakukan oleh anggota dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipauda pimpinan Matias Gobay. Yaitu oleh Mayor Osea Satu Boma sama kelompok anggotanya, secara sadis, dan secara sengaja divideokan. (*)

Advertisement